DetikNews
Sabtu 14 April 2018, 00:19 WIB

Wakapolda Metro: Lapor Jika Ada Calo di Seleksi Polri 2018

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Wakapolda Metro: Lapor Jika Ada Calo di Seleksi Polri 2018 Foto: Ibnu Haryanto/detikcom
Jakarta - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi memastikan proses seleksi calon anggota Polri tahun 2018 bersih dan transparan. Purwadi pun mempersilakan warga melapor jika ada oknum yang melakukan tindakan curang dalam proses penerimaan tersebut.

"Silakan kalau terjadi calo-percaloan, mengaku petugas, laporkan cepat kepada kita," kata Purwadi di gedung Puri Ardya Garini Halim, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018).

Purwadi menegaskan oknum tersebut akan ditindaklanjuti jika terbukti melakukan perbuatan yang dilarang. Sanksi pidana maupun sanksi etik akan dijatuhkan kepada oknum tersebut.


"Kita akan menindaklanjuti, kita lihat pelanggarannya, hukum pidana, kode etik dan disiplin," tegasnya.

Selain itu, Purwadi memastikan tak ada calon siswa 'titipan'. Dia mengatakan seleksi dilakukan atas dasar kompetensi calon siswa.

"Itu tadi dari pakta integritas itu disampaikan tidak benar (soal memo) bahwa semua dari setiap tahun seperti itu, tapi banyak juga orang yang tidak bertanggung jawab. Atau dikatakan penembak di atas kuda. Mereka tidak melakukan kegiatan, kemudian mereka menjanjikan, jangan percaya kepada oknum yang melakukan hal ini," ujar dia.


Dalam kesempatan ini, Purwadi sebelumnya menandatangani pakta integritas dalam rangka penerimaan terpadu calon anggota Polri tahun 2018. Tak hanya calon siswa, pakta integritas juga diteken oleh panitia seleksi dan orang tua calon anggota.

Dalam penerimaan tahun ini, ada 5.340 calon siswa yang mengikuti seleksi. Jumlah itu terdiri atas seleksi Akpol, Bintara, Bintara kompetensi, dan Tamtama.

Purwadi berharap proses seleksi ini berjalan dengan baik, bersih, dan transparan. Ini juga dilakukan sesuai kebijakan Polri, yaitu profesional, modern, dan terpercaya.

"Di mana Polri dituntut melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebijakan yang promoter. Besar harapan saya, seleksi ini berjalan dengan baik. Kita libatkan pihak eksternal, baik dari akademisi dan sebagainya," kata Purwadi.

Dalam acara tersebut, Purwadi memimpin pembacaan pakta integritas dalam rangka mewujudkan Polri yang bersih, transparan dan akuntabel, dan humanis (BETAH). Salah satu poin yang ditekankan dalam penerimaan tersebut adalah larangan soal merekayasa data, korupsi, serta nepotisme.

"Dilarang merubah, merekayasa, melakukan tindakan penyimpangan lainnya dalam melaksanakan penilaian atau pemeriksaan kepada peserta anggota Polri tahun 2018," demikian penggalan pakta integritas yang disampaikan Purwadi dan diikuti oleh seluruh panitia, peserta, dan orang tua.
(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed