DetikNews
Jumat 13 April 2018, 22:50 WIB

Selama 2018, Ada 9 Kasus Pembunuhan di Kalbar

Mei Amelia R - detikNews
Selama 2018, Ada 9 Kasus Pembunuhan di Kalbar Foto: dok. Istimewa
Pontianak - Sepanjang periode Januari hingga April 2018, Polda Kalimantan Barat menangani sembilan kasus pembunuhan. Dari sembilan kasus tersebut, baru enam kasus yang terungkap.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono mengatakan kejahatan jalanan (street crime) dan pembunuhan menjadi perhatian serius jajarannya. Sebab, tidak hanya menimbulkan kerugian materi, kejahatan konvensional juga menimbulkan korban jiwa.

"Kejahatan tersebut dapat terjadi karena latar belakang ekonomi, dendam, perkelahian, maupun latar belakang lain yang berlangsung secara spontan maupun terencana," kata Didi dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (13/4/2018).


Untuk menekan angka kejahatan tersebut, Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim jajaran Polres berupaya mengungkap laporan polisi tersebut seoptimal mungkin dengan metode ilmiah (scientific crime investigation/SCI). "Dari mulai dari melakukan olah TKP untuk mengangkat sidik jari laten, analisa CCTV, merumuskan motif dan profil tersangka hingga pada metode penangkapan yang dilakukan secara profesional dan prosedural," terangnya.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dan Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Arief Rachman memamerkan barang buktiKapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dan Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Arief Rachman memamerkan barang bukti. (Foto: dok. Istimewa)

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Arif Rachman menjabarkan motif terkait kasus pembunuhan yang beragam. "Ada perkelahian 3 kasus, penemuan mayat korban pembunuhan 3 kasus, dan (karena) dendam pribadi 1 kasus," kata Arief.

Selain pembunuhan, kasus lain yang cukup menonjol di wilayah Kalimantan Barat, yakni pencurian dengan kekerasan (curas). Dari 41 laporan polisi soal curas, 36 di antaranya sudah terungkap atau 87,8 persen dengan jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 33 orang.


Kasus curas ini di antaranya perampasan ponsel sebanyak 18 kasus, perampasan tas ada 9 kasus, perampokan 1 kasus, penodongan 2 kasus, dan perampasan motor 2 kasus. Salah satu kasus curas yang paling menonjol di wilayah Kalbar yang mengakibatkan seorang pelajar, Meylanda (16), mengalami luka bacok pada 10 April 2018 di sebuah toko di Jalan Siam, Kecamatan Pontianak Selatan.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dan Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Arief Rachman memamerkan barang buktiKapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dan Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Arief Rachman menanyai pelaku tindak kriminal. (Foto: dok. Istimewa)

"Korban Meylanda saat itu dirampas ponselnya oleh pelaku, kemudian dibacok, sehingga mengakibatkan luka di lengan tangan dan jari tengahnya. Pelakunya tertangkap karena ada CCTV," ujar Arief.


(mei/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed