Menhub Minta Jam Operasional Bandara Ditambah Saat Mudik Lebaran

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 13 Apr 2018 16:14 WIB
Menhub Budi Karya (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya memerintahkan Ditjen Perhubungan Udara melaksanakan sejumlah persiapan dalam menghadapi arus mudik melalui jalur udara. Salah satunya penambahan jam operasional bandara.

"Saya minta menambah jam operasi bandara. Tak hanya di Jawa, jadi bandar udara yang ada di NTT, di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi juga (menambah jam operasi)," ujar Budi Karya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).


Persiapan lain untuk melancarkan arus mudik via udara adalah dengan meminta maskapai penerbangan komersial menggunakan pesawat berbadan besar. Maskapai juga diminta mengoptimalkan slot penerbangan malam.

"(Kemudian) memastikan airline tidak keep slot, jadi banyak airline-airline itu keep slot, bahkan di jam prime time. Saya minta ada ketegasan dari Dirjen Udara supaya itu jangan terjadi keep slot itu dan stakeholder yang ada di sini yang biasanya keep slot, nah itu jangan. Kasihan," katanya.


Budi Karya juga mengimbau untuk diberi kemudahan persetujuan penerbitan tujuan terbang dan meniadakan tujuan terbang. Selain itu, pengoperasian terminal bandar udara baru diminta dipercepat.

"Saya minta Dirjen Udara 24 jam. Berikan insentif kepada airline. AP 1 dan AP 2 memberikan insentif dalam pelaksanaan extra flight," ujarnya.

Tak hanya itu, persiapan lain yang ditekankan oleh Budi Karya terkait dengan pengecekan kelaikan pesawat. "Karena kita tahu udara harus cukup safe karena risikonya tinggi sekali," pungkasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari instansi-instansi terkait. Di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian PUPR, Kemendikbud, Kepolisian RI, TNI, Ombudsman, Jasa Marga, BPJT, Bina Marga, Aprindo, Organda, Pelni, dan Angkasa Pura. (idh/idh)