Karyawan PPD Temui SBY
Selasa, 05 Jul 2005 14:10 WIB
Jakarta - Setelah dua hari berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, sekitar lima karyawan PPD akhirnya diperbolehkan menyampaikan aspirasinya kepada Presiden SBY.Kelima orang ini adalah R Hasibuan yang menjabat sebagai Sekretaris Serikat Buruh Seluruh Indonesia untuk Perum PPD, Warsito Sugiarto yang duduk sebagai Ketua Komisariat SBSI Perum PPD, Suyuni, Samosir, dan Abdul Aziz sebagai juru bicara.Ketika beberapa polisi menghampiri mereka dan mempersilakan kelima perwakilan itu masuk ke Istana Merdeka, ratusan teman-temannya menjerit histeris. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang memperbolehkan kelima delegasi mereka menyampaikan aspirasi langsung.Namun belum bisa dipastikan, apakah perwakilan karyawan PPD ini akan bertemu langsung dengan Presiden SBY atau hanya stafnya saja. Sebab, sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.50 WIB, Selasa (5/7/2005), SBY masih menggelar sidang kabinet yang membahas rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias.Sambil menunggu perwakilannya menyampaikan aspirasi, ratusan karyawan PPD yang berada di silang Monas terus menggelar orasi. Tadinya, sebelum perwakilan mereka diterima, dalam orasinya karyawan PPD mengancam akan menggelar aksi demo dengan jumlah massa yang lebih besar pada Rabu (6/7/2005) jika Presiden SBY tidak bersedia menemui mereka.Jika ancaman itu terealisasi tentu akan semakin membuat penumpang kewalahan. Sebab dua hari terakhir ini saja, mereka harus rela berjubel-jubel dalam bus yang mengangkutnya ke tempat kerja.Sehari sebelumnya, karyawan PPD juga menggelar aksi di tempat yang sama. Tuntutan mereka, pemerintah memperjelas nasib dan gaji yang mereka peroleh. Terutama terkait dengan masalah gaji selama tiga bulan terakhir ini yang dibayar dengan mencicil. Padahal sejak Juni 2003, gaji mereka sudah dibayar di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR).
(umi/)











































