Kwik: BBM Langka, SBY Harus Omeli Para Menterinya

Kwik: BBM Langka, SBY Harus Omeli Para Menterinya

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 13:43 WIB
Jakarta - Sangat tidak logis. Pernyataan itu muncul di benak setiap orang menanggapi kelangkaan BBM di Indonesia, yang disebut-sebut sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar. Jadi siapa yang bersalah dalam hal ini?Menurut Mantan Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, kesalahan dilakukan oleh menteri-menteri SBY yang terkait soal BBM. Menteri Keuangan Yusuf Anwar, merupakan salah satu orang yang bertanggung jawab atas kelangkaan BBM ini."Semestinya Presiden memahami hal-hal seperti ini lalu memanggil menteri-menteri terkait untuk diberi pengarahan tegas. Kalau perlu dimarahi-lah," tegas Kwik, di sela-sela sarasehan Ikatan Alumni UI Jakarta, di Hotel Le Meridien, Jl. Sudirman, Jakarta, Selasa (5/7/2005)."Untuk membayar bea masuk impor BBM Pertamina tidak punya uang, sedangkan uang itu dikendalikan Departemen Keuangan. Padahal uang itu akan dibayarkan ke bea cukai dan akan kembali lagi ke Depkeu. Saya tidak mengerti, ini susah dijelaskan kenapa Menkeu tidak memberikan uang itu kepada Pertamina," keluhnya.Kwik menjelaskan, selama ini biaya produksi BBM di Indonesia mulai dari proses pengeboran, hanya sebesar Rp 540 per liter, padahal harga premium mencapai Rp 2.400 per liter. Kelebihan pemasukan yang sangat besar itu harusnya digunakan untuk membayar biaya impor BBM."Jadi tidak ada alasan untuk kelangkaan BBM ini. Walaupun harga minyak dunia sebesar US$ 60 per barel, pemerintah masih bisa melakukan impor," tegasnya.Ada Upaya Jatuhkan Citra SBYKwik memaparkan, ia mendengar adanya spekulasi untuk menjatuhkan citra SBY dengan terjadinya kelangkaan BBM ini. Karena sampai saat ini, pemerintah juga belum menjelaskan alasan logis mengenai hal itu."Jangan-jangan di dalam kabinet sendiri saling jegal untuk membuat SBY tidak populer dan ini sangat berbahaya sekali," tukasnya. (fab/)


Berita Terkait