Muktamar Muhammadiyah ke-45
Amien-Din Saling Pasangkan Peci
Selasa, 05 Jul 2005 13:03 WIB
Malang - Tampak mesra. Begitulah Amien Rais dan Din Syamsuddin ketika saling memasangkan peci. Kemesraan itu terlihat saat kedua tokoh Muhammadiyah ini mengunjungi bazar di Muktamar ke-45 Muhammadiyah.Tingkah laku Amien dan Din memang menjadi perhatian pengunjung muktamar, di sela-sela pemungutan suara pemilihan 13 anggota PP Muhammadiyah. Hingga pukul 13.00 WIB, Selasa (5/7/2005), proses pemilihan itu masih berlangsung. Di luar arena sidang, untuk meramaikan muktamar, digelar bazar yang dipusatkan di dalam Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bazar digelar di halaman kampus, sekitar 100 meter dari UMM Dome, tempat digelarnya sidang muktamar.Din dan Amien memang jadi perhatian muktamirin maupun para penggembira. Meski dari ketokohan, Amien jauh lebih populer dibanding dengan Din. Walau begitu, keduanya banyak dikerumuni para warga Muhammadiyah. Din tiba terlebih dulu di arena bazar yang dipenuhi stan-stan itu. Din yang mengenakan baju koko itu sempat membeli peci rajut dan sejumlah kain di salah satu stan. Banyak pengunjung yang mengajak Din untuk sekadar salaman dan foto bersama. Setelah Din, Amien Rais juga mengunjungi bazar. Amien yang mengenakan jas dan berbaju koko juga disambut warga Muhammadiyah. Amien dikerumuni, disalami, dan juga diajak foto bersama. Lambaian tangan penggembira muktamar juga banyak ditujukan kepada Amien. Saat berkunjung ke bazar, Amien sempat mengukur tensi darahnya di salah satu stan RS Muhammadiyah. Ketika di stan UMM Yogyakarta, Amien juga bernyanyi bersama-sama Hizbul Wathan, legenda pandu Muhammadiyah. Sekitar pukul 12.20 WIB, Amien dan Din akhirnya bertemu juga di stan Universitas Hamka (Uhamka). Dua tokoh Muhammadiyah yang diisukan beda front ini bertemu secara tidak sengaja. Namun keduanya tetap tampak bersahabat. Setelah bersalaman, Din kemudian memasangkan kopiah di kepala Amien. Setelah itu, Amien juga memasangkan kopiah di kepala Din. Aksi dua tokoh berbeda generasi itu pun disambut tepuk tangan oleh para penggembira muktamar. Jalan-jalan ke bazar ini dilakukan Din dan Amien di sela-sela pemungutan suara 13 anggota PP Muhammadiyah. Din telah menggunakan hak pilihnya. Sementara Amien, meski bukan peserta muktamar, sempat menghadiri sidang pemilihan itu. Pertemuan Amien dan Din itu membuat isu-isu yang selama ini mengemuka sedikit mencair. Sejak tanwir usai dan muktamar dibuka, ada isu tidak sedap bahwa ada pertarungan antara kelompok Yogyakarta dan Jakarta. Yogyakarta tidak menginginkan Din menjadi ketua, sebaliknya kelompok Jakarta tidak menginginkan Rosyad Sholeh menjadi ketua. Amien disebut-sebut berdiri di kelompok Yogyakarta.
(asy/)











































