Amien Hadiri Sidang Pemilihan 13 Pengurus PP Muhammadiyah

Amien Hadiri Sidang Pemilihan 13 Pengurus PP Muhammadiyah

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 10:15 WIB
Malang - Sidang pleno IV Muktamar Muhammadiyah ke-45 resmi dibuka pukul 09.00 WIB. Sidang beragendakan pemilihan 13 anggota PP Muhammadiyah. Yang menarik, sidang ini dihadiri mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais. Amien Rais bukanlah peserta muktamar. Dia datang ke UMM Dome, Kampus UMM, Jl. Tlogomas Raya, Malang, sekitar pukul 09.10 WIB, Selasa (5/7/2005). Penampilannya seperti biasanya, memakai jas dan baju koko. Belum diketahui dalam kapasitas apa Amien hadir dalam sidang tersebut. Begitu datang, Amien langsung menyalami para tokoh Muhammadiyah dan duduk di barisan paling depan, di samping Ketua PP Muhammadiyah (demisioner) Syafii Maarif. Sidang dibuka pukul 09.00 WIB oleh Ketua Sidang A. Rosyad Sholeh yang juga bertindak sebagai Ketua Pemilihan. Setelah dibuka, pemungutan suara langsung dilakukan. Hingga pukul 09.50 WIB, pemungutan suara masih berlangsung. Mendapat giliran pertama untuk menggunakan hak pilihnya adalah Syafii Maarif, disusul oleh para anggota PP Muhammadiyah lainnya. Pemungutan suara ini diduga akan berlangsung lama, karena ada 2.150 muktamirin yang mempunyai hak suara. Untuk pemungutan suara ini, panitia menyediakan 40 bilik suara dan lima kota suara. Setiap peserta muktamar yang memiliki hak suara harus menulis 13 nama dari 39 nama calon anggota PP Muhammadiyah. Ke-39 nama itu sudah ditetapkan dalam Sidang Tanwir, Sabtu (2/7/2005) lalu. Tiga besar dalam pemungutan suara dalam Sidang Tanwir adalah Haedar Nashir, Rosyad Sholeh, dan Din Syamsuddin. Untuk memilih 13 nama dari 39 calon itu, setiap peserta muktamar bisa menulis nama lengkap atau nomor urut sang calon, atau menulis nomor urut dan nama. Namun, bila dari 13 nama yang dipilih tertulis calon yang sama lebih dari satu, maka surat suara itu akan dinyatakan batal.Din Salami Amien Sementara itu, peristiwa menarik terjadi saat Din Syamsuddin menggunakan hak suaranya. Setelah memasukkan surat suara ke kotak suara, Din menghampiri Amien dan langsung menyalaminya. Peristiwa ini mendapat tepuk tangan dari peserta muktamar. Sejak sidang tanwir dan muktamar dibuka, Amien dan Din, serta Syafii Maarif menjadi tiga tokoh yang menarik perhatian peserta muktamar. Salaman Din dengan Amien menjadi menarik, karena selama ini ada isu-isu yang beredar bahwa keduanya dalam front yang berbeda. Amien diisukan mengomandani kelompok yang akan mengusung calon dari Yogya, yaitu Rosyad Sholeh dan Haedar Nashir. Sementara Din diisukan sebagai komandan untuk faksi Jakarta. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads