Mogok PPD Masuki Hari Kedua

Bus Lain Kian Berjubel

Mogok PPD Masuki Hari Kedua

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 09:50 WIB
Jakarta - Armada bus PPD di Jakarta kembali mogok, Selasa (5/7/2005). Ini merupakan mogok hari kedua. Akibatnya, ribuan penumpang terpaksa menjubeli bus-bus dari perusahaan lainnya. Bus yang biasanya padat saat jam kantor pun kian sarat penumpang.Di rute Senen-Blok M lewat Salemba, ribuan penumpang biasanya dilayani dua armada bus yaitu PPD P67 dan Bianglala PAC 76. Tapi gara-gara PPD mogok, para penumpang hanya mengandalkan PAC 76. Bus bertarif Rp 3.500 ini pun disesaki penumpang hingga meluber ke pintu. Rute Rawamangun-Sudirman lewat Jl Diponegoro, biasanya juga dilayani dua armada yaitu PPD PAC 16 dan Steady Safe PAC 32. Gara-gara PAC 16 turut mogok, akhirnya PAC 32 pun panen.Sejumlah bus yang melayani rute sepi, bahkan memindahkan rutenya untuk melayani jalur yang lebih gemuk. Misalnya saja Steady Safe PAC 40 yang biasanya lewat jalur Grogol-Ciputat lewat Pondok Indah, kini beralih menjadi PAC 16 dan melayani Rawamangun-Lebakbulus lewat Sudirman-Pondok Indah.Kru menempeli kaca depan bus besar itu dengan kertas yang ditulisi dengan spidol hitam. Tulisannya adalah PAC 16. Dan karena bus ini jalurnya memang berbeda dengan PAC 16, akibatnya di tengah jalan bus ini tersesat jalan sehingga terpaksa harus mundur, mencari rute yang seharusnya.Rini, warga Cawang, Jaktim, juga kena dampak PPD mogok. Biasanya dia menumpang PAC 80 jurusan Kp Rambutan-Blok M supaya lebih cepat sampai tujuan karena lewat tol. Tapi setelah lama ditunggu, bus tidak nongol-nongol. Terpaksa dia menumpang bus Mayasari Bakti P6 menuju Slipi, lalu oper dengan bus lainnya.Bus P6 tidak lewat tol sehingga waktu tempuhnya lebih lama. "Bus sampai miring-miring saking penuhnya. Biasanya nggak begitu," kata karyawati swasta ini. Kru PPD mogok sejak Senin (4/7/2005) kemarin karena gaji 3 bulannya tidak dibayar. Hari ini mereka tampak duduk-duduk di pinggir jalan menunggu koleganya yang lain untuk bergerak. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads