Berantas Judi, Alasan Sutanto Jadi Kapolri

Berantas Judi, Alasan Sutanto Jadi Kapolri

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 08:09 WIB
Jakarta - Keberhasilan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Sutanto dalam memberantas judi memang merupakan salah satu alasan kenapa Komisi III DPR dalam menyetujui pengangkatannya menjadi Kapolri."Saya kira track record beliau memang baik, saat ia menjabat Kapolda Sumatera Utara, ia berhasil menekan perjudian," kata anggota Komisi III DPR Almuzzamil Yusuf kepada detikcom saat dihubungi lewat telepon, Selasa (4/7/2005).Selain itu, yang menjadi pertimbangan DPR adalah track record Sutanto saat menjabat Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional, dan juga masukan dari masyarakat dan LSM."Salah satu contoh kesungguhan beliau yang kami lihat adalah pada anak-anaknya saat kami mengadakan kunjungan ke rumah beliau, ia berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik. Contohnya, anak-anaknya jika ditangkap polisi tidak langsung bilang kalau bapaknya jenderal polisi," kata Jamil.Untuk sementara ini, Jamil menjelaskan, Sutanto memang dinilai oleh banyak pihak sebagai perwira polisi yang paling pantas memangku jabatan Kapolri."Saya kira banyak yang menilai demikian, di kalangan jenderal berbintang di lingkungan Polri pun memang dianggap ia yang paling pantas menjadi Kapolri saat ini." katanya lagi.Ketika ditanya apakah dirinya optimis Sutanto dapat memberantas perjudian khususnya di Jakarta, Jamil menjawab dengan singkat. "Insya Allah," katanya.Jamil menjelaskan, DPR sendiri memang memiliki komitmen kuat untuk memberantas judi. Ia menjelaskan bahwa di dalam waktu 6 bulan terakhir, DPR telah dua kali mengundang Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar untuk memberikan dukungan yang kuat dari dewan terhadap pemberantasan perjudian yang makin marak.Meskipun demikian Jamil mengakui dalam 6 bulan terakhir belum ada hasil yang terlihat. "Paling tidak yang bersangkutan ini memiliki track record yang baik yang dapat mengarah ke situ," ujarnyaMenurut Jamil, perjudian di Indonesia saat ini semakin parah. "Kita menerima laporan, yang main judi sekarang itu bukan lagi bapak-bapak. Ibu-ibu sekarang itu pada main judi togel. Kita menerima laporan itu dari majelis taklim di Lampung Selatan." keluhnya.Ia juga menjelaskan, peredaran narkoba saat ini juga semakin meluas, dengan pengkonsumsi narkoba bukan hanya dari kalangan mewah atau atas saja, tetapi juga kalangan menegah ke bawah. "Kondisi ini terjadi hampir di seluruh kabupaten di negeri ini. Perekonomian pun ikut rusak akibat hal ini." kata anggota DPR dari Fraksi PKS ini.Mengenai pelantikan kapolri, Jamil belum bisa menyebutkan, namun Komisi III melaporkan keputusannya kepada sidang paripurna DPR hari Selasa, 5 Juni 2005. (ddn/)


Berita Terkait