Penjelasan Polisi soal Tes Urine Anak Henry Yosodiningrat

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 11 Apr 2018 15:29 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi meluruskan informasi simpang siur soal pemeriksaan urine anak Henry Yosodiningrat. Polisi menyebut tes urine terhadap anak kedua anggota DPR itu dilakukan atas permintaan bapaknya untuk mengecek apakah yang bersangkutan terlibat narkoba atau tidak.

"Kegiatan pemeriksaan urine tersebut merupakan kegiatan pelayanan dalam pencegahan dan bertujuan memberikan kesempatan masyarakat dalam melaporkan anggota keluarganya yang menjadi pecandu atau korban penyalahguna narkoba sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Rabu (11/4/2018).

Argo mengatakan tes urine merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Tak hanya putera Henry Yoso, polisi pun akan melakukan hal serupa jika ada permintaan dari masyarakat.


"Kegiatan itu bukanlah kegiatan yang pertama dan satu-satunya. Kegiatan ini sering dilakukan dan sebagai info bahwa Sabtu (14/4) ini Ditnarkoba diminta melakukan tes urine terhadap 100 orang-dari sebuah kelompok kegiatan masyarakat-," tutur Argo.

Selain itu, polisi juga akan menyerahkan hasil tes urine tersebut kepada pihak yang meminta pemeriksaan dilakukan. Terkait langkah apa yang akan diambil selanjutnya, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada orang tersebut.



"Terhadap orang yang meminta tes urine dengan kami, kami serahkan hasilnya untuk ditindaklanjuti apakah direhab di lembaga pemerintah atau rehab tradisionil dan rehab keagamaan," ujar Argo.

"Demikian halnya dengan orang yang pada saat dilakukan operasi kepolisian dan hanya didapatkan hanya hasil tes urine yang positif maka kepada yang bersangkutan di asessment dan diarahkan rehab," sambung dia.

Argo menegaskan apabila masyarakat dites urine kemudian hasilnya positif, orang tersebut tak akan dilakukan penahanan. Namun jika orang tersebut membawa barang bukti narkotika atau tentu hal itu akan berlanjut ke proses penyidikan.

"Kecuali ada bukti lain yang menunjukan ternyata ada barang miliknya dipegang pihak lain atau dia bagian dari peredaran narkoba. Dan pemberi informasi wajib dirahasiakan dan dilindungi," tegas dia.

Anak kedua Henry dibawa anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya atas permintaan Henry. Henry awalnya hanya ingin mengetahui apakah anaknya mengkonsumsi narkotika atau tidak.

Anak Henry ini diamankan di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (9/4) lalu. Dia sudah dicek urine dan hasilnya positif, namun sudah dipulangkan karena akan dibawa ke dokter oleh Henry. (knv/aan)