Munir bercerita pada 2004 lalu, Dia berniat membuat rumah di dalam tanah Lengkap dengan ruangan dan jendela-jendelanya. Inspirasi membuat bungker ini didapatnya usai berkunjung ke makam-makam Wali Songo. Bunker ini dibangun di atas tanah yang keras dan cadas.
Munir bangun bunker selama 14 tahun Foto: Bahtiiar Rifai/detikcom |
"Saya dulu ziarah Wali Songo terus Madura. Karena hati mau bikin saja, ya dibuat begitu," kata Munir di esa Telaga Luhur, Kabupaten Serang Kabupaten Serang, Banten, Rabu (11/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Jejak Dakwah Sunan Kalijaga di Cirebon |
Munir mengaku mengerjakan bunker ini hanya seorang diri. Dia sering menghabiskan waktunya hingga malam untuk mengukir ruangan karena kerasnya tanah di wilayahnya. Seingatnya, sekitar 110 cangkul ia habiskan untuk mengukir dan membuat bunker.
"Ngukir pakai cangkul aja, abis 110. Tanahnya keras," ujarnya.
Bunker ini terinspirasi dari Wali Songo Foto: Bahtiiar Rifai/detikcom |
Sekarang, bunker yang dibangunnya dikenal dengan sebutan 'Gua Munir'. Beberapa warga juga sering berunjung untuk melihat hasil karya Munir.
Ia tidak keberatan karyanya dijadikan tempat wisata.
"Banyak yang ke sini, difotoin. Saya juga nggak minta kalau ngasih saya terima," katanya.
Jika diperhatikan, bunker yang dibuat Munir memang mirip seperti benda cagar budaya. Untuk masuk ke dalam, ada tangga yang ia ukir sendiri. Selain itu, seluruh ruangannya juga disambungkan oleh lorong berbentuk pintu.
"Ini bagus kreatif dianya aja. Ini bagus tapi milik pribadi, desa mah mendukung aja untuk kebagusan (keindahan)," kata Mad Tohiri dari pejabat desa setempat. (bri/tfq)












































Munir bangun bunker selama 14 tahun Foto: Bahtiiar Rifai/detikcom
Bunker ini terinspirasi dari Wali Songo Foto: Bahtiiar Rifai/detikcom