Assegaf Bantah Said Agil Kelola DAU Hingga Rp 700 M
Senin, 04 Jul 2005 21:38 WIB
Jakarta - Said Agil Husin Al Munawwar saat menjadi menteri agama disebut-sebut mengelola Dana Abadi Umat (DAU) sebesar Rp 700 miliar. Tapi, pengacara Said Agil, Moch Assegaf membantah hal itu. Bantahan itu disampaikan Assegaf kepada wartawan seusai membesuk Said Agil di Rutan Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2005). Menurut dia, sejak Said Agil menjabat menteri agama tahun 1996, DAU hanya bertambah menjadi Rp 465 miliar. "Dari tahun 1996 sampai 2004, jumlah tersebut bertambah hanya Rp 11 miliar yang berasal dari efisiensi dan 3 miliar setiap bulannya sebagai bunga, yang kemudian dikelola sebagai 7 pos bantuan. Jadi tidak mungkin dana yang dikelola Agil sebesar Rp 700 miliar. Itu tidak masuk akal," ungkapnya.Assegaf menegaskan dana Rp 465 miliar itu dan juga dana yang sudah tersebar untuk 7 pos kegiatan sudah diaudit BPK. Namun Assegaf tidak mengetahui dengan pasti kapan audit tersebut dilakukan BPK. "Saya punya datanya dan bisa diperiksa juga ke BPK dan juga presentase untuk 7 pos bantuan yang berasal dari bunga Rp 3 miliar setiap bulan seperti pendidikan sekian persen, dakwah sekian persen, dan lain-lain sudah diaudit oleh BPK," ungkap Assegaf.Menurut Assegaf, 7 pos bantuan tersebut yang dikelola dari bunga Rp 3 miliar itu, antara lain untuk pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial, ekonomi umat, pembangunan sarana ibadah, pembangunan, sarana dan prasarana keperluan haji. "Deskripsi secara detilnya saya belum tahu," kata dia.
(asy/)











































