"Ya tentu saja setiap partai politik kan punya kedaulatan dan fungsi kaderisasi. Setiap partai itu kaitannya dengan jabatan-jabatan strategis, sehingga kami memahami hal tersebut. Kalau cawapres karena PDIP sudah menetapkan Pak Jokowi sebagai capres pada Jumat Wage, 23 Februari lalu. Terkait cawapres ya nanti (dibicarakan)," ujar Hasto saat konferensi pers di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari PDIP sendiri telah menetapkan Ibu Megawati yang mengambil keputusan hal tersebut tentu saja nanti melalui sebuah dialog bersama, apalagi kalau kita lihat Mas Muhaimin Iskandar bagian dari partai politik yang mengusung Pak Jokowi kualifikasinya itu senior kira-kira seperti itu," tutur Hasto.
Sementara itu, Cak Imin di kesempatan yang sama mengatakan terbentuknya Jokowi-Cak Imin ini sebagai harapan agar koalisi ini terus berlanjut dan terjaga.
"Kebetulan tadi pagi saya resmikan JOIN (Jokowi Cak Imin), nah ada kesambungan di situ karena Pak Hasto juga mengusung Pak Jokowi. Harapan dibangun JOIN ini semoga koalisi ini berlanjut, semoga terjaga dan produktif," kata Cak Imin saat konferensi pers.
Seperti diketahui, Cak Imin mendirikan posko pemenangan JOIN, singkatan dari Jokowi-Cak Imin, hari ini. Posko tersebut berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Dia meresmikan tiga posko dalam kurun kurang dari tujuh hari. Dua posko sebelumnya bernama Posko Cinta yang didirikan di Ciputat, Tangerang Selatan, dan satu posko lain di Gunungsugih, Lampung Tengah. (dkp/rvk)











































