Gaji Tidak Proporsional, Awak Kabin Garuda Mengeluh

Gaji Tidak Proporsional, Awak Kabin Garuda Mengeluh

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 19:41 WIB
Jakarta - Para awak kabin Garuda Indonesia mengadu ke DPR. Ada apa gerangan? Kedatangan mereka terkait gaji mereka yang njomplang dibandingkan dengan karyawan di bagian lain. Mereka mengeluhkan sistem penggajian yang tidak proporsional. Para awak kabin pesawat ini tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi). Mereka yang berjumlah 30 orang melakukan audiensi dengan Komisi XI DPR dari pukul 15.30 hingga 18.30 WIB, Senin (4/7/2005). Di depan Komisi XI DPR, mereka mengeluhkan sistem penggajian yang tidak proporsional di PT Garuda Indonesia. Karena itu, Salim, Ketua IKAGI meminta PT Garuda membuat sebuah sistem penggajian baru yang lebih proporsional. Sistem ini mencakup pengakuan terhadap masa kerja profesi dan mengatasi gap antarjabatan. Sebab, sistem penggajian yang ada sekarang, seorang karyawan yunior bisa memiliki gaji lebih tinggi daripada karyawan senior. Selain itu, Salim juga meminta agar sistem penggajian awak kabin dikembalikan menjadi 3 posisi sesuai SK No. 5012/2003 tentang penataan sistem penggajian pegawai tetap. Dalam SK ini diatur bahwa jabatan awak kabin terdiri dari flight attendat junior, flight attendant senior, dan flight service manager. "Sesungguhnya kami hanya menginginkan sebuah sistem penggajian yang proporsional yang di dalamnya mencakup penghargaan terhadap masa kerja dan mengatasi gap antarjabatan. Sistem jabatan awak kabin yang hanya menggunakan 2 posisi juga harus diubah," papar Salim. Sekjen Ikagi, Zainuddin Malik, menambahkan, selama ini pihak manajemen telah menghilangkan beberapa komponen variabel gaji awak kabin, seperti kompetensi profesi, kontribusi profesi, dan performa kerja dengan alasan bujet yang terbatas. Pihak manajemen juga telah memutuskan jalur negosiasi dengan Ikagi melalui surat bernomor Garuda/DI-2047/05. Surat tersebut ditandatangani oleh Achirina, selaku Executive Vice President Business Support and Corporate Affairs PT Garuda Indonesia. "Tapi, negosiasi buntu, karena itu kami mengadukan masalah ini kepada Depnakertrans dan Komisi XI DPR," unkap dia.Menanggapi keluhan para awak kabin Garuda ini, Ketua Komisi XI DPR Paskah Suzetta akan meminta keterangan Dirut Garuda Emirsyah Satari 6 Juli 2005 nanti. Dalam pertemuan tersebut juga akan dibicarakan mengenai laporan kinerja keuangan dan restrukturisasi utang dalam rencana bisnis 5 tahun ke depan dan juga struktur biaya untuk dianalisa."Kami ada agenda bertemu Dirut Garuda tanggal 6 Juli. Kita akan sampaikan masakah Ikagi ini kepada dirut," demikian Paskah menjanjikan. (asy/)


Berita Terkait