Pantauan detikcom di depan gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2018), aksi ini dilakukan sekitar pukul 17.20 WIB. Aksi diawali dengan orasi di depan gedung KPK.
"Kami bertujuan membuat masyarakat lebih peduli. Ada seorang pejuang antikorupsi yang saat ini sedang membutuhkan dukungan moril dan perlu kita dukung," kata salah satu peserta aksi Andrie Yunus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga mengkritik sikap Presiden Joko Widodo yang belum membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus ini. Menurut mereka, TGPF harus segera dibentuk.
"Presiden Jokowi tunggu sampai Kapolri angkat tangan. Apa itu jawaban yang kita terima? Tentu saya tidak terima," ujarnya.
Mahasiswa meminta agar teror Novel Baswedan diusut tuntas. (Haris/detikcom) |
Masih memakai topeng wajah Novel, mereka menaiki bus TransJakarta tujuan Monas dari halte Setia Budi AINI, yang tepat berada di seberang gedung KPK. Di dalam halte bus TransJakarta, mereka terlihat membagikan selebaran berisi timeline kasus Novel yang bersumber dari detikcom kepada orang-orang yang sedang menunggu bus.
Kasus penyiraman Novel Baswedan itu terjadi pada 11 April 2017. Saat itu ia baru pulang dari masjid di dekat rumahnya setelah menunaikan salat subuh. Kedua mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus dirawat di Singapura. Hingga kini belum ada tersangka dalam kasus tersebut.
Jokowi sendiri mengatakan masih menunggu laporan dari upaya yang dilakukan oleh Polri. Jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian dirasa sudah 'menyerah', barulah Jokowi akan mengambil tindakan lebih lanjut.
"Kalau Kapolri sudah begini (angkat dua tangan), baru (ambil tindakan). Kapolri masih sangat anu (mengepalkan kedua tangan) sekali," kata Jokowi di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4) kemarin. (HSF/rvk)












































Mahasiswa meminta agar teror Novel Baswedan diusut tuntas. (Haris/detikcom)