DetikNews
Selasa 10 April 2018, 17:19 WIB

PBNU Maafkan FUIB soal Puisi Gus Mus yang Dibacakan Ganjar

Niken Purnamasari - detikNews
PBNU Maafkan FUIB soal Puisi Gus Mus yang Dibacakan Ganjar Foto: Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memaafkan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) puisi 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' yang dibacakan Cagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FUIB sempat ingin melaporkan Ganjar ke Bareskrim atas tuduhan pelecahan agama.

"Terkait puisi Gus Mus tentu itu disampaikan kepada Gus Mus. Adapun selaku keluarga besar NU kita memaafkan, sudah menyampaikan permohonan maaf. Bagi kita memaafkan itu prinsip Islam. Jadi orang minta maaf, kita harus besar hati untuk menerima permohonan maaf mereka," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini saat dihubungi detikcom, Selasa (10/4/2018).


Menurut Helmy, Gus Mus juga tidak merisaukan masalah ini. Gus Mus juga akan memaafkan meskipun FUIB tak meminta maaf.

"Ini terkait puisi Gus Mus, terkait Gus Mus ke pribadi Gus Mus. Saya kira saya dapat informasi dari teman-teman, dari Gus Mus. Gus Mus ulama yang sangat besar hati tanpa orang minta maaf, Gus Mus juga memaafkan. Sudah tahu karakternya seperti itu," ujarnya.

Namun, Helmy berpesan agar tidak mengedepankan emosi dalam merespons suatu hal. Helmy menyarankan agar tabayyun atau klarifikasi.

"Harapan kita kepada seluruh pihak itu kalau merespons sesuatu hendaknya tradisi ulama untuk tabayyun. Tabayyun itu bahasa sekarangnya cek dan ricek. Jangan langsung berkomentar dan emosi," ujarnya.


Puisi Gus Mus yang dibacakan Ganjar Pranowo di salah satu stasiun TV itu jadi viral. FUIB yang dikomandani Rahmat Himran, sempat menduga puisi itu melecehkan agama dan ingin melaporkan Ganjar ke Bareskrim. Namun akhirnya FUIB meminta maaf secara terbuka.

"Sehingga pada hari ini kami dari FUIB meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar NU dan Gus Mus karena puisi yang dibacakan Ganjar Pranowo belakangan kita ketahui puisi dari KH Mustofa Bisri," kata Ketua Umum FUIB Rahmat Himran di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

"Sehingga kami dari FUIB sekali lagi secara terbuka meminta maaf kepada Bapak KH Gus Mus beserta keluarga besar NU terkait miskomunikasi yang kita lakukan beberapa hari lalu melalui berbagai macam medsos," sambungnya.

Rahmat mengatakan sebelumnya FUIB ingin melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim Mabes Polri pada hari ini, tetapi laporan itu ditunda karena belakangan FUIB baru mengetahui puisi yang dibacakan Ganjar adalah puisi karya Gus Mus yang dibuat pada 1987. Ia mengatakan, setelah mengetahui puisi itu karya Gus Mus, FUIB melakukan rapat dan menyimpulkan FUIB salah menanggapi arti puisi itu.

[Gambas:Video 20detik]


(idh/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed