Ditanya Soal Pembelian Rumah, Jawaban Sutanto Menghindar
Senin, 04 Jul 2005 17:40 WIB
Jakarta -
Soal kekayaan akhirnya ditanyakan dalam fit and proper test calon Kapolri oleh Komisi III DPR RI. Tapi hanya satu anggota dewan yang bertanya, dan jawaban Komjen Pol Sutanto terkesan menghindar dan tidak menjelaskan.Pertanyaan soal kekayaan itu diajukan anggota Fraksi PKS Mutammimul Ula. Mutammimul, dalam fit and proper test di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, menanyakan adanya informasi setelah SBY terpilih jadi presiden, Sutanto membeli rumah seharga US$ 400 ribu di kawasan Gedung Hijau, Pondok Indah, Jakarta Selatan.Atas pertanyaan itu Sutanto menjawab, "Pada Pak Mutammimul, anggota dewan sudah meninjau rumah saya. Sudah melihat dan meninjau dari dekat. Dan saya sudah laporkan sesuai dengan prosedur."Sebelumnya tim kecil Komisi III DPR memang sudah meninjau rumah Sutanto yang berlokasi di Jalan Pinang Perak II PA-2, Pondok Indah. Rumah yang tampak wah banget ini sudah dihuni Sutanto sejak menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.Namun, hanya itu pertanyaan dari anggota dewan soal kekayaan Sutanto. Wakil Ketua Fraksi PDIP T Gayus Lumbuun, yang sebelumnya berjanji akan mencecar Sutanto mengenai kekayaan yang dimilikinya, tidak memenuhi janjinya.Hingga fit and proper test berakhir pukul 16.04 WIB, Senin (4/7/2005), tidak ada anggota dewan yang lain menghujani Sutanto soal harta kekayaannya. Uji kelayakan dan kepatutan ini dipimpin oleh Ketua Komisi III Teras Narang, serta wakil ketua Akil Mochtar dan Taufiqurahman Saleh.Menurut Djoko Edi S. Abdurrohman, Komisi III DPR tidak mencecar Sutanto karena ini bukan forum rapat kerja. "Ini kan bukan raker. Ini fit and proper test. Hak yang diuji untuk menjawab atau tidak. Nanti yang kita menilai dari jawaban itu," ujar anggota F-PAN ini.Akhirnya, yang mencecar Sutanto soal kekayaannya adalah para wartawan. Namun cecaran pertanyaan wartawan, yang tentu saja diajukan di luar forum fit and proper test, tidak dihiraukan oleh Sutanto.Sutanto, usai diuji DPR, hanya mau menjawab pertanyaan wartawan soal peluangnya untuk disetujui DPR sebagai Kapolri. Itu pun jawabannya diplomatis. "Yang Maha Kuasa yang menentukan. Kita serahkan saja," katanya.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































