detikNews
Selasa 10 April 2018, 14:34 WIB

Polri: Belum Ada Lembaga Mirip Cambridge Analytica di Indonesia

Audrey Santoso - detikNews
Polri: Belum Ada Lembaga Mirip Cambridge Analytica di Indonesia Foto: Ilustrasi Facebook/Reuters
Jakarta - Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menelusuri soal lembaga konsultan politik yang sistem kerjanya mirip Cambridge Analytica terkait kebocoran data. Hasilnya, belum ditemukan lembaga konsultan sejenis itu di Indonesia.

"Kalau di Indonesia, sampai sekarang penelusuran kami dan Kominfo, belum ada yang sejenis Cambridge Analytica," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Hotel Diradja, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2018).


Setyo mengatakan sempat ditemukan web yang dicurigai melakukan kegiatan seperti Cambridge Analytica, yaitu mengambil data pengguna Facebook. Namun Kemenkominfo langsung mengambil tindakan atas web tersebut.

"Kemarin ada satu web yang hampir mirip yaitu dengan menjual produk yang kita tengarai bisa mengambil data-data pengguna Facebook. (Pengelola web) Sudah diperingatkan Kemenkominfo. Saya lupa namanya," ujar Setyo.

Setyo menjelaskan sejauh ini belum mendengar adanya laporan dari masyarakat terkait pencurian datanya di Facebook. "Belum, belum, saya belum dapat laporannya (ada pengguna Facebook yang datanya dicuri)," ucap Setyo.


Ditambahkannya, Menkominfo Rudiantara mendorong Bareskrim memeriksa pihak Facebook Indonesia terkait kebocoran data ini. Namun, hingga saat ini polisi belum menentukan kapan jadwal pihak Facebook Indonesia akan dimintai keterangan.

"Minggu lalu saya sudah koordinasi dengan Menkominfo. Pak Menteri berharap Facebook ini segera dipanggil Bareskrim untuk dimintai keterangan. Kita sedang upayakan. Saya sudah koordinasi tadi pagi juga, saya koordinasi dengan Direktur Siber (Brigjen Rachmad Wibowo). Dan saya dengar besok Facebook akan diminta keterangannya di DPR," terang Setyo.

Diketahui, penyalahgunaan data pengguna Facebook ternyata lebih buruk dari dugaan semula. Bila sebelumnya ditaksir 50 juta, rupanya mencapai 87 juta dan pengguna Indonesia masuk di dalamnya.

Indonesia mengalami kebocoran data pengguna Facebook sebanyak 1.096.666. Angka tersebut membuat Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina.

Meski demikian, pihak Facebook mengatakan tidak mengetahui persis data apa saja yang dibocorkan ke Cambridge Analytica. Jumlah pengguna dalam grafik di atas merupakan perkiraan yang dinilai terbaik untuk mencakup angka maksimal dari akun yang terdampak.

Menkominfo Rudiantara telah bertemu dengan perwakilan Facebook Indonesia Ruben Hattari di Gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (5/4) kemarin. Facebook diminta melakukan terhadap dirinya sendiri untuk mengetahui seluk beluk skandal canggih ini.

"Kemarin, kepada Facebook kami meminta, (a) rincian dari data pengguna Facebook di Indonesia, terutama dari klasifikasi penggunaan data oleh Cambridge Analytica. (b) Hasil dari rencana audit oleh Facebook atas aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang menggunakan Facebook," kata Rudiantara kepada detikcom, Jumat (6/4).
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com