Premium di Yogya Juga Langka
Senin, 04 Jul 2005 15:51 WIB
Yogyakarta - Tidak hanya di Jakarta. Premium juga langka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah SPBU sudah memasang pengumuman bahwa stok premium sudah habis.'Premium Habis' begitulah pengumuman yang terpasang di sejumlah SPBU di Yogyakarta. Sedangkan SPBU yang masih memiliki stok premium tampak dipenuhi dengan konsumen. Antrean panjang pun tidak terelakkan. Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (4/7/2005), SPBU yang stok premiumnya habis, antara lain SPBU Beran Sleman, SPBU Monjali, SPBU Medari, dan SPBU Prujakan, Jl Kaliurang KM 8, dan SPBU Salam Magelang. Sedangkan antrean panjang hingga 25-an meter terjadi di SPBU Sariharjo Ngaglik, SPBU Mulungan Mlati, SPBU Bener dan SPBU Terban.Banyak cara yang dilakukan SPBU untuk memberitahukan bahwa premium habis. Ada yang menulis pengumuman 'habis' di papan triplek. Di SPBU Beran, petugas terpaksa memasang kursi di tengah dengan tulisan 'premium habis.' Selain itu di SPBU juga ditulisi 'tidak melayani pembelian dengan jerigen.'Beberapa orang petugas masih tampak melayani konsumen, terutama untuk pengisian BBM jenis solar. Sedangkan petugas/karyawan lainnya hanya terlihat duduk di bawah pohon dan sekitarnya."Hingga hari ini belum ada kiriman lagi dari Depo Pertamina meski pimpinan sudah meminta lagi. Stok kiriman 8 ribu liter habis dalam dua hari. Padahal baru dapat kiriman Sabtu sore kemarin," kata Maryanto, petugas di SPBU Sleman.Menurut Maryanto, kelangkaan bensin di Yogyakarta itu sebenarnya sudah terjadi beberapa hari lalu. Namun kemudian ada suplai dari Depo sehingga tidak terjadi kelangkaan. Namun sejak Minggu (3/7/2005) malam hingga Senin (4/7/2005), terjadi lagi kelangkaan premium.Sementara itu salah seorang penjual bensin eceran di Jl Kaliurang KM 6, Suparlan mengatakan pihak SPBU saat ini membatasi pedagang bensin eceran yang akan kulakan. Beberapa SPBU hanya memperbolehkan pedagang bensin eceran membeli dengan jerigen maksimal 10 liter. "Hari biasanya bisa kulakan 30 liter atau 3 jerigen, sekarang tak boleh kulakan banyak-banyak," kata dia. Akibat langkanya bensin di pasaran dan pedagang eceran dibatasi saat kulakan, para pedagang terpaksa menaikkan harga bensin eceran sebesar Rp 300/liter. Biasanya bensin di kios-kios dijual dengan harga Rp 2.700/liter, sekarang dijual dengan harga Rp 3.000/liter. "Terpaksa kita naikkan harganya karena untuk kulakan saja kita juga dibatasi," ungkap dia.
(asy/)











































