Buntut Panjang Penderekan Mobil Ratna Sarumpaet

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 21:33 WIB
Ratna Sarumpaet mensomasi Dishub DKI Jakarta karena mobilnya diderek. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Penderekan mobil milik aktivis Ratna Sarumpaet--yang diwarnai telepon ke staf Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--berbuntut panjang. Ratna mensomasi Dinas Perhubungan DKI karena dianggap menyalahi prosedur.

Persoalan ini bermula saat petugas Dishub DKI menderek mobil Ratna yang tengah terparkir di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Mobil Ratna diparkir di pinggir jalan. Saat kejadian, Ratna mengaku sedang berada di dalam mobil. Dia pun memprotes penderekan itu.

Protes Ratna ke petugas Dishub ini terekam dalam video dan viral di media sosial. "Perda apa? Oke, saya telepon Anies sekarang," kata Ratna dalam salah satu penggalan video itu.

Dimintai konfirmasi pascakejadian dan setelah video itu viral, Ratna mengatakan protes penderekannya itu dia lakukan karena tak ada rambu larangan parkir. Terlebih lagi, kata dia, dia berada di dalam mobil.


Ratna juga menyampaikan, telepon dia ke Anies Baswedan tidak direspons sang gubernur. Lalu dia lanjut mengontak staf Anies bernama John. Tak lama setelah menelepon John, lanjut Ratna, mobilnya dikembalikan oleh petugas Dishub ke rumah.

"Saya rasa sih karena Dishub tahu dirinya salah. Orang yang anterin petugas Dishub, kok," kata Ratna dalam jumpa pers di Restoran Dapur Indonesia, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Kembalinya mobil Ratna ke rumah dengan diantar petugas Dishub menuai sorotan. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan mengapa mobil Ratna bisa dengan mudahnya kembali. Meme-meme bermunculan di media sosial.

"Kalau saya pribadi dibikin meme sudah yang paling seram sedunia saja sudah pernah, ya. Saya lihat gitu senyum-senyum saja. Saya harap waktu akan mendidik masyarakat agar tidak berbuat begitu. Saya nggak tahu. Kita harus belajar banget kenapa masih kita begini dan nggak mau bertanya, cenderung menghakimi kalau ada penjelasan masih dipelintir juga," ucap Ratna mengenai banyaknya meme itu.


Anies Baswedan memastikan dia tidak berkomunikasi dengan Ratna Sarumpaet berkaitan dengan penderekan ini. Lalu bagaimana dengan staf bernama John? Anies menyatakan tidak ada perintah apa pun soal penderekan ini.

"Mereka tidak ada perintah untuk apa pun. Bertanya. Di situ. Jadi (dia) tanya kasus, tapi kemudian di dinas ada tindakan. Di situ yang saya katakan ini warisan masalah. Kebiasaan membahagiakan gubernur. Bukan. Jangan kebiasaan membahagiakan gubernur, kebiasaannya adalah menegakkan aturan," ujar Anies.

Persoalan ini tak berhenti di situ. Ratna melayangkan somasi ke Dishub DKI mengenai persoalan ini. Dia meminta Dishub DKI tegas memberikan jawaban.

"Meminta penjelasan tentang permasalahan penegakan peraturan daerah yang saya alami dan penjelasan tersebut wajib dimuat di koran dan berita nasional, karena selama ini masalah penderekan mobil telah membuat banyak masyarakat menjadi korban," tulis Ratna dalam surat somasinya.

Kadishub DKI Andri Yansyah menanggapi somasi Ratna. Dia memastikan akan menjawab somasi itu.

"Siapa pun yang mensomasi wajib hukumnya pemerintah menjawab. Kan saya bilang tadi ini adalah kesempatan pemerintah untuk menjelaskan. Itu pun juga belum tentu dia merasa puas," kata Andri.

Andri juga menjawab diplomatis saat ditanyai apakah bersedia meminta maaf kepada Ratna. Menurutnya, bicara soal minta maaf, berarti ada pihak yang benar dan ada yang salah.


Menurut Andri, kondisi saat ini memungkinkan kedua belah pihak mengaku benar. Dia mengatakan menjadi hak Ratna menyampaikan pendapat jika merasa benar terkait peristiwa tersebut.

"Ya, sekarang meminta maaf kan harus ada yang salah dan benar, dong. Sekarang di republik ini yang menyatakan benar dan salah siapa? Saya itu bukan tidak akan (minta maaf). Boleh nggak Ibu Ratna mengatakan Dishub salah? Boleh, hak dia. Boleh nggak saya mengatakan saya nggak salah dan anggota saya melaksanakan sesuai ketentuan? Boleh," imbuh dia. (fjp/imk)