"Pemerintah tidak pernah terbuka sebenarnya. Apakah betul itu digunakan untuk infrastruktur? Karena anggaran infrastruktur tidak sebesar utang yang diciptakan," tuding Yusril di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).
"Jadi diperkirakan utang itu sudah dipakai untuk bayar utang pokok dan bunganya, misalnya juga utang sudah dipakai untuk membiayai biaya rutin. Itu memberatkan," imbuh dia.
Bagi Yusril, utang itu lazim ditempuh suatu negara untuk pembangunan. Namun yang disoroti Yusril ialah peruntukan utang itu.
Dugaan Yusril, pemerintah berutang bukan untuk membiayai proyek-proyek yang bisa menghasilkan uang untuk membayar utang. Lagi-lagi dia menyebut pemerintah berutang untuk membayar utang.
"Utang idealnya membiayai proyek-proyek. Proyek itu kita biayai dengan utang, proyek itu berjalan. Proyek itulah yang akan menghasilkan uang mencicil utang tadi," ucap dia.
"Kalau utang untuk bayar utang lagi, itu akan makin berat," tegasnya menuding. (gbr/dnu)











































