Dihantui Demo, SBY Batal Datang ke Kampus UIN Malang
Senin, 04 Jul 2005 15:07 WIB
Malang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba membatalkan kunjungan ke Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Belum diketahui penyebabnya. Padahal, sejumlah mahasiswa sudah bersiap menggelar demonstrasi saat Presiden datang. SBY dijadwalkan mengunjungi Kampus UIN untuk meresmikan dan meletakkan batu pertama pembangunan kampus tersebut. Dalam jadwal yang telah disusun, SBY akan mengunjungi kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana itu seusai berdialog dengan para petani apel di Kota Batu, Senin (4/7/2005). Tapi, jadwal itu akhirnya dibatalkan. Hingga pukul 14.00 WIB, para wartawan yang sudah menunggu kedatangan SBY di kampus itu belum mendapat keterangan resmi dari pihak UIN Malang tentang batalnya kunjungan Presiden itu. Dari pantauan detikcom di sekitar lokasi UIN, sebenarnya puluhan petugas kepolisian berpakaian dinas maupun preman sudah siaga di sekitar kampus untuk melakukan pengamanan kedatangan Presiden SBY. Petugas Gegana dan mobil penjinak bahan peledak pun masih berada di dalam Kampus UIN untuk melakukan penyisiran di dalam kampus maupun di area berlangsungnya upacara peletakan batu pertama.Begitu ada pembatalan kunjungan SBY, para Paspampres yang sudah berjaga di lokasi, dengan cepat mencopoti semua metal detector yang telah dipasang di depan pintu masuk upacara. Setelah itu, mereka meninggalkan Kampus UIN.Rencananya, kunjungan Presiden ke UIN tersebut akan disambut oleh sejumlah mahasiswa. Sejak pukul 11.00 WIB, puluhan mahasiswa mulai bergerombol di depan pintu gerbang kampus. Mereka menunggu kedatangan Presiden SBY. Bila Presiden memasuki halaman Kampus UIN, rencananya mereka akan langsung menggelar demonstrasi di halaman Kampus UIN. Kesempatan ini akan mereka gunakan untuk menyampaikan aspirasi mengenai kenaikan biaya SPP yang semula Rp 300 ribu/semester menjadi 600 ribu/semester. Mereka protes atas kenaikan SPP seratus persen itu.Sabtu (2/7/2005) lalu, ratusan mahasiswa UIN melakukan demonstrasi meminta rektor meninjau kembali kenaikan SPP yang memberatkan para mahasiswa itu. Bahkan dalam aksi tersebut sempat terjadi pemukulan terhadap dua mahasiswa oleh salah seorang dosen Tarbiyah, agar para pengunjuk rasa segera membubarkan diri.
(asy/)











































