Dalam Tempo Sepekan, 17 Pelaku Bom Kuningan Dibekuk
Senin, 04 Jul 2005 15:04 WIB
Jakarta - Raja teroris Azahari hingga kini masih bebas berkeliaran. Namun, polisi telah mencokok 17 orang yang diyakini sebagai pengikutnya.Mereka ditangkap di Solo, Wonogiri dan Jakarta dalam periode 29 Juni hingga 4 Juli 2005. Mereka diduga terlibat dalam bom Kedubes Australia di Kuningan, Jaksel.Sebanyak 11 orang ditangkap di Solo, Wonogiri dan sekitarnya. Sedangkan, 6 orang lainnya ditangkap di Jakarta. Ke-17 orang ini kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. "Nama-nama tersangka belum dapat dipublikasikan karena kemungkinan ada upaya paksa lainnya terhadap yang lain, yang masih ada kaitannya dengan kasus bom Kuningan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boediharjo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2005).Detail keterlibatan pelaku bom Kedubes Australia pun dirilis. Pertama, mereka diduga terkait berbagai kegiatan perencanaan terorisme dan pengeboman di RI. Dari hasil pemeriksaan, ketelibatan tersangka antara lain menyediakan detonating card dan TNT khususnya untuk bom Kuningan.Kedua, menyembunyikan dan mengatur pelarian tersangka Azahari dan Noordin M Top. Ketiga, memberikan dua pistol pada dua gembong teroris itu. Namun, Aryanto mengaku, tidak tahu waktu dan lokasi tersangka menyerahkan sejata api tersebut.Selanjutnya, merencanakan teror dan bom di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Kelima, mengirim senjata api ke daerah konflik dan Filipina Selatan. Keenam, mengirimkan orang yang akan dilatih ke Filipina Selatan dan terakhir, menyembunyikan Daftar Pencarian Orang (DPO) ke Polda Sulawesi Tengah.Ketika ditanya keterkaitan para tersangka dengan bom Bali dan Jamaah Islamiyah, Aryanto mengaku masih mendalaminya. "Yang sudah jelas ada kaitan dengan bom Kuningan," tandas dia.
(aan/)











































