Pertamina: BBM Tidak Langka, Tapi Pasokan Terlambat
Senin, 04 Jul 2005 14:36 WIB
Jakarta - Pertamina memastikan tidak ada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) premium di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Bila ditemui banyak SPBU yang habis premiumnya, itu karena keterlambatan pasokan saja. Penjelasan ini disampaikan General Manager Unit Pemasaran (UPMS) III Pertamina, Tjandra Putra Kelana, kepada wartawan di kantornya, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2005). UPMS III membawahi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. "Ini bukan kelangkaan," kata Tjandra. Menurut dia, kosongnya premium di sejumlah SPBU karena ada keterlambatan distribusi sebagai dampak dari pengurangan pasokan BBM hari Sabtu dan Minggu. Saat ini, stok premium tetap normal, yaitu cukup untuk kebutuhan 5-8 hari. Bahkan, pada bulan Mei 2005, premium telah melebihi 5 persen dari kuota. "Kalau dibiarkan dengan tidak ada penghematan sampai bulan Desember, premium akan over 11 persen," tuturnya. Namun, agar stok bertambah, perlu dilakukan pengaturan dalam penyaluran premium. Yang telah dilakukan saat ini, hari Senin-Jumat, setiap SPBU dikirimi premium 4 tangki, dan hari Sabtu dan Minggu dikirimi 3 tangki. Gara-gara pengaturan inilah, kata dia, di beberapa SPBU stok premium habis. "Ke depannya, kami upayakan tidak ada keterlambatan pengiriman lagi," janji Tjandra.Untuk hari ini, Tjandra juga memastikan bahwa stok premium di semua SPBU di UPMS III sudah lancar. "Kita sudah kirim premium ke SPBU-SPBU sekitar pukul 05.00 WIB," kata dia. Tjandra meminta masyarakat untuk dapat berhemat BBM mengingat saat ini ada pembengkakan subsidi. "Tapi masyarakat jangan panik. Kami hanya laksanakan imbauan pemerintah dalam menggerakkan penghematan BBM," ungkap dia. Humas Corporate Pertamina M Awi Adil juga menjelaskan hal senada. Untuk Senin-Jumat, Pertamina akan memasok premium ke SPBU-SPBU dalam jumlah yang biasa. "Tapi, untuk Sabtu-Minggu nanti, ada kemungkinan pengurangan seperti Sabtu kemarin," jelas dia. Untuk menjaga pasokan premium, menurut dia, pemerintah akan menambah pasokan Pertamax. Pasokan ditambah agar masyarakat memilih Pertamax. "Masyarakat beralih konsumsi ke Pertamax lebih baik, karena Pertamax tidak ada subsidi pemerintah," kata dia. Siapa yang mau beli BBM mahal?
(asy/)











































