Wanita Padang Hamil 4 Bulan Tewas Tertimpa Pagar Mertua

Wanita Padang Hamil 4 Bulan Tewas Tertimpa Pagar Mertua

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 14:20 WIB
Padang - Fitra Yessi (25) yang tengah hamil empat bulan tentu tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir di ujung pagar mertuanya. Tapi kisah memilukan ini benar-benar terjadi. Tewasnya Yessi bukan karena aksi kriminal, tapi akibat longsor yang mengamblaskan pagar dan teras rumah mertuanya. Longsor itu terjadi karena derasnya hujan yang mengguyur Kota Padang, Sumbar, sejak pukul 20.00 WIB, Minggu (3/7/2005) hingga pukul 08.00 WIB, Senin (4/7/2005). Rumah Yessi yang terletak di lereng Bukit Batang Babungo, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, kebetulan berada persis di bawah rumah mertuanya. Sesuai tradisi, letak rumah di kawasan ini umumnya berundak-undak. Longsor yang menimpa rumah mertua Yessi terjadi delapan jam setelah hujan lebat mengguyur kawasan itu. Di tengah derai hujan, sekitar pukul 04.00 WIB, teras dan pagar rumah mertua Yessi tiba-tiba amblas. Sedangkan rumahnya tetap berdiri tegar. Pagar dan teras itu lalu menimpa rumah Yessi yang berada persis di bawahnya. Malang tak dapat ditolak, Yessi dan suaminya, Herismanto (27), yang tengah lelap tertidur langsung tertimpa material tersebut. Yessi dan Eri yang baru menikah enam bulan lalu tewas seketika. Kepala dan wajah Eri hancur. Sedangkan wajah Yossi kendati bisa dikenali tampak membengkak. Beruntung, Jonianis yang mengontrak di salah satu kamar yang ada di rumah Yessi selamat dari peristiwa itu. Laki-laki berusia 50 tahun itu hanya mengalami luka-luka ringan. Padahal rumah Yessi yang bangunannya sudah permanen hancur lebur.Hingga pukul 13.00 WIB, jenazah kedua korban masih disemayamkan di rumah kerabatnya yang terletak sekitar dua rumah dari lokasi kejadian yang terletak di pinggir jalan raya itu.Akibat kejadian ini, lalu lintas di kawasan yang letaknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota itu macet total. Sebab ratusan warga masih terus berdatangan ke lokasi kejadian untuk menyaksikan sisa-sisa longsor yang memakan korban jiwa itu.Menurut Anjas, salah seorang warga, sebetulnya kejadian longsor di kawasan itu bukan yang pertama kalinya. Daerah itu diakui sangat rawan longsor. Namun baru kali ini longsor yang terjadi memakan korban. "Sebelumnya sudah beberapa kali longsor tapi tidak ada korban," tegas Anjas.Pemerintah kota bukannya tidak peduli dengan kondisi kawasan ini. Beberapa waktu lalu Pemkot Padang sudah menawarkan dan membagikan ganti rugi kepada sebagian warganya agar mereka bersedia pindah dari daerah itu. Namun tidak semua warga bersedia meninggalkan kampung halamannya. Sebagian dari mereka masih bertahan dan menolak pindah. Untuk menunjukkan rasa simpatinya, pukul 07.00 WIB, Walikota Padang Fauzi Bahar berkunjung ke lokasi kejadian. Saat ini di lokasi kejadian masih terlihat puluhan anggota satuan polisi Pamong Praja Kota Padang. Mereka berusaha menghalau warga yang mencoba mendekat ke lokasi longsor. (umi/)


Berita Terkait