IDI Lacak Otak Pembocor Surat Keputusan MKEK soal dr Terawan

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 12:49 WIB
Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyesalkan bocornya surat keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait sanksi yang diberikan terhadap dr Terawan Agus Putranto. PB IDI mengatakan surat ini seharusnya bersifat internal dan rahasia.

"PB IDI menyesalkan tersebarnya surat keputusan MKEK yang bersifat internal dan rahasia," ujar Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis, di Sekretariat PB IDI, Jl Sam Ratulangi, Jakarta, Senin (9/4/2018).



Marsis menduga terdapat unsur kesengajaan bocornya surat keputusan MKEK. Nantinya IDI akan melacak siapa yang membocorkan surat keputusan tersebut.

"Ini adalah unsur kesengajaan kalau kita simak dengan baik kenapa bisa bocor. Saya mengatakan bahwa kita akan melacak untuk mengetahui siapa yang membocorkan," kata Marsis.



Menurutnya, bocornya surat keputusan pemberhentian dr Terawan didasari adanya kepentingan tertentu.

"Kita akan bergerak siapa yang akan menjadi otak, ini menjadi kaitan kalau menurut saya terhadap kepentingan tertentu untuk masuk dalam ranah-ranah perdagangan," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]


Dalam surat keputusan yang beredar, disebutkan dr Terawan mendapat sanksi berupa pemecatan sementara selama 12 bulan. Sanksi tersebut berlaku sejak 26 Februari 2018 sampai 25 Februari 2019.

Dokter Terawan diberi sanksi karena adanya pelanggaran etik yang dilakukan terhadap tindakan terapi dengan metode digital subtraction angiography (DSA). (dnu/dnu)