Tolak Iuran Pendidikan, Mahasiswa-Satpam UGM Saling Dorong
Senin, 04 Jul 2005 12:29 WIB
Yogyakarta - Aksi menolak biaya Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) bagi calon mahasiswa baru terus disuarakan mahasiswa UGM. Ratusan mahasiswa UGM menggelar aksi menolak SPMA di Balairung Gedung Pusat UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (4/7/2005).Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB dimotori pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM dan BEM fakultas-fakultas di UGM. Mahasiswa memulai aksi dari sekretariat BEM di Gelanggang Mahasiswa menuju Gedung Pusat.Satu mobil pick up bertuliskan 'UGM Kampus Kapitalis' ditempatkan di depan barisan mahasiswa. Beberapa mahasiswa membawa poster bertuliskan 'Tolak SPMA, sumbangan kok mahal?', UGM = Universitas Gak Merakyat, Universitas Gedhe Mbayare, Tolak SPMA.'Setelah tiba di halaman Balairung, mahasiswa langsung menggelar orasi. Namun ketika hendak masuk menuju kantor rektor di lantai II, mahasiswa dihadang 20-an satpam yang menjaga ketat.Antara mahasiswa dengan satpam UGM sempat terjadi aksi dorong. Satpam membentuk barisan tiga lapis saling bergandengan, ngotot tidak memperbolehkan mahasiswa naik ke lantai II.Mahasiswa terus melawan sehingga terjadi aksi dorong berkali-kali. Mahasiswa yang juga bergandengan kemudian mundur lima langkah lalu merangsek sambil menyerudukkan kepalanya ke arah perut satpam. Meski perut mereka terkena serudukan, satpam tidak mundur.Saat mahasiswa melakukan aksi dorong, puluhan mahasiswi yang ada di barisan belakang tak mau kalah. Mereka kemudian berlari ke arah samping untuk naik ke lantai II. Namun ternyata dua pintu di lorong kantor rektor telah ditutup terlebih dulu oleh satpam. Mahasiswi akhirnya tak bisa masuk. Mereka kemudian menggelar orasi di lantai II di sayap barat, tepatnya di depan kantor Wakil Rektor III.Hingga pukul 11.30 WIB, Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi tetap menolak berdialog dengan mahasiswa dengan alasan ada rapat pimpinan.
(nrl/)











































