Jokowi Ingatkan Peran Ibu-ibu PKK Tangani Stunting

Ray Jordan - detikNews
Minggu, 08 Apr 2018 13:40 WIB
Foto: Presiden Jokowi di Sukabumi. (Syahdan-detikcom)
Sukabumi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan peran ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam kampanye pemberian gizi kepada anak-anak. Peran ibu-ibu PKK penting untuk menangani stunting.

"Yang namanya Posyandu, yang namanya ibu-ibu Tim Penggerak PKK ini sangat diperlukan sekali dalam rangka pemberian gizi kepada anak-anak kita, dalam rangka kampanye pemberian makanan tambahan ke anak kita," ujar Jokowi.


Hal itu disampaikan Jokowi dalam sosialisasi di Posyandu Bantar Gadung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Jokowi meminta berat badan anak-anak ditimbang secara berkala untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala stunting.

"Sebab itu saya minta agar secara rutin seminggu sekali, sebulan dua kali paling tidak anak-anak kita ini ditimbang agar ketahuan kenaikan berat badannya, agar ketahuan gizi anak-anak kita. Ditimbang, diukur secara rutin agar kita tahu anak kita ini stunting atau tidak, kerdil atau tidak," kata Jokowi.


Jokowi mengatakan, pemerintah ingin melakukan gerakan besar-besaran untuk pengentasan masalah kekurangan gizi dan kerdil (stunting). Dia meminta gerakan ini juga menyasar hingga ke desa-desa.

"Kita ingin gerakkan secara besar-besaran posyandu yang ada di daerah-daerah, yang ada di desa-desa mengoptimalkan kampanye baik untuk masalah gizi, timbang anak dan berkaitan dengan kesehatan bayi," ujar Jokowi.


Gerakan pengentasan stunting ini memang sudah dilakukan sejak 3 tahun belakangan. Namun Jokowi mengatakan, untuk tahun ini akan difokuskan dengan pemberian makanan tambahan lokal, seperti ikan, sayur dan buah lokal.

"Tadi misalnya kita coba berikan kacang hijau kita berikan ke anak-anak , senang semuanya. Telur juga. Artinya apa? Memang yang paling penting menyiapkan bahan-bahan ini agar anak itu selalu makan setiap hari, terutama pada saat usia ibu hamil dan pada usia dua tahun yang jadi kunci, usia emas," jelas Jokowi.

"Karena perkembangan otak itu 80 persen pada saat dalam kandungan sampai umur dua tahun. Apabila kesehatnnya baik, maka kecerdasan akan lebih baik," tambah Jokowi. (jor/dkp)