"Jadi lagu tadi disetel kembali untuk memgingatkan kepada Pak Anies, Pak Sandi tentang perjuangan pada waktu itu. Sekarang sudah jadi gubernur dan wakil gubernur ingatlah dengan lagu itu. Lagi itulah yang menyemangati warga Jakarta untuk memilih Anies Sandi," kata Sohibul di Bumi Perkemahan Cibubur, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/4/2018).
Lagu itu, kata Sohibul, juga untuk memberi pesan kepada Anies agar tidak lupa pada aspirasi masyarakat yang disampaikan saat Pilgub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu itu, ditekankan Sohibul juga bukan sinyal dari PKS untuk mengusung Anies pada Pemilihan Presiden tahun 2019. PKS masih mengikuti perkembangan yang ada.
"Itu sih proses politik berjalan aja ya. Nanti kalau memang arah politik ke A ya kita ke A, kalau b ke b, kalau c ke c," kata Sohibul.
Saat ditanya apakah sudah ada obrolan yang mengarah untuk meminang Anies, Sohibul enggan berkomentar secara gamblang. Namun, ia mengaku selalu berbincang tentang banyak hal bersama Anies.
"Kita kalau ngobrol sih apa saja sering ya. Termasuk tentang masa depan, dan sebagainya," tuturnya.
Lagu kampaye itu diputar saat Anies tiba di lokasi acara. Anies menilai hali itu merupakan antusiasme peserta.
"Kalau semangat, ini semangat ibu-ibu apa lagi. Semangat ibu-ibu nggak pernah padam. Buat ibu-ibu itu setiap waktu adalah kegiatan, adalah ekspresi semangatnya ada. Jadi mau 16, 17, 18, 19 semangat terus," tutur Anies.
Saat ditanya apakah Anies secara pribadi memiliki keinginan untuk maju dalam Pilpres 2019, Anies enggan berkomentar. Ia menekankan saat ini tengah sibuk menyiapkan program-program untuk mendorong kemajuan perempuan di Jakarta.
"Kita ingin dorong kaum ibu maju. Justru itu yang harus kita gandakan," pungkas Anies. (idh/idh)











































