Minyak Tanah Langka, Warga Surabaya Rela Antre Sejak Subuh

Minyak Tanah Langka, Warga Surabaya Rela Antre Sejak Subuh

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 11:39 WIB
Surabaya - Menyusul bensin, minyak tanah juga menghilang di Surabaya. Kalaulah ada, harga di pasaran meroket. Antrean panjang tampak di pangkalan-pangkalan minyak tanah sejak Senin (4/7/2005) subuh.Kelangkaan BBM ini sudah terasa semingguan ini. Tapi hingga hari ini, kelangkaan tak juga teratasi. Antrean panjang saban hari tampak mengular, seperti di pangkalan minyak milik Asykur yang beralamat di Jl Kampungmalang Tengah I Nomor 35.Sejak subuh, warga di kawasan itu telah berbondong-bondong antre. Mereka membawa jerigen berkapasitas lima hingga 25 liter. Saat subuh, minyak sudah kosong. Tapi warga dan jerigennya tetap rela antre. Mereka menunggu kiriman minyak dengan duduk-duduk di sekitar pangkalan.Pukul 11.00 WIB, kiriman dari agen datang. Dalam sehari, pangkalan milik Asykur mendapat kiriman dua kali, masing-masing satu truk tangki. Satu tangki berkapasitas 5.000 liter.Yang menarik, selain warga sekitar, pangkalan itu juga dipadati warga luar Jl Kampungmalang Tengah. "Saya datang sejak pukul 04.30 WIB," kata Budi Hartono, pengecer minyak asal Pasarturi.Budi mengaku telah tujuh tahun menjadi pelanggan Asykur. Biasanya dia mendapat jatah 100 liter. Tapi karena minyak langka, dia hanya kebagian 60 liter.Antrean panjang juga tampak di pangkalan minyak milik Sumadi, 50 meter dari pangkalan minyak Asykur. Pangkalan ini juga baru saja mendapat kiriman dan sekarang sibuk melayani pembeli. Warga luar kampung juga banyak yang ikut antre.Misalnya saja Suminah yang datang jauh-jauh dari Banyuurip. Dia datang bersama suaminya, membawa jerigen berkapasitas 25 liter. Sumadi menjual minyaknya Rp 890 per liter, sedangkan Asykur Rp 850."Di penjual eceran harganya Rp 1.200 hingga Rp 1.500," cerita Suminah. Hal ini diakui Budi Hartono, pengecer di Pasarturi. "Saya jual Rp 1.100. Tapi yang nakal ya jual Rp 1.500. Tapi karena butuh, ya mau nggak mau warga harus beli," ceritanya.Antrean panjang juga tampak di pangkalan minyak tanah di kawasan Jl Tambaksegaran, Jl Tambahrejo, kawasan Mulyorejo, dan Semampir. Para pengantre mengaku tak tahu menahu mengapa minyak bisa langka. (nrl/)


Berita Terkait