Anggota Komisi Kesehatan Minta IDI Bijak Selesaikan Soal dr Terawan

Mustiana Lestari - detikNews
Sabtu, 07 Apr 2018 21:57 WIB
Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati / Foto: Pool
Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati angkat suara terkait pemecatan dr Terawan Agus Putranto oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia meminta masyarakat melihat masalah ini dengan objektif.

Hal itu mengingat posisi Mahkamah Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) sebagai judicial ethic terhadap profesi kedokteran sekaligus institusi penting dalam profesi kedokteran. Selain itu MKEK juga berperan menegakkan kehormatan profesi dokter serta melindungi pasien.

"Putusan MKEK yang mencabut izin sementara selama 12 bulan terhadap Dokter Terawan yang merupakan sanksi dalam kategori pelanggaran berat (Pasal 29 ayat 4 huruf f angka 4 tentang Pedoman MKEK) harus dilihat secara holistik, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penegakan etik profesi dokter," kata Okky dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/4/2018).


Anggota Fraksi PPP ini mengakui bahwa praktik "Brain Wash" yang dilakukan dr Terawan dinilai positif oleh berbagai kalangan karena efektif untuk kesehatan pasien.

"Kendati demikian, persoalan etik yang menjerat dr Terawan juga fakta yang juga tidak bisa ditutupi. Persoalan internal di profesi dokter ini juga harus mendapat perhatian serius, khususnya oleh dr Terawan," jelas Okky.


Ia menyarankan masyarakat mengedepankan kearifan dan penghormatan atas posisi masing-masing. Mengabaikan keberadaan MKEK, menurutnya merupakan tindakan yang tidak tepat karena akan menjadi preseden buruk atas supremasi etik bagi profesi dokter.

Namun mengabaikan kontribusi atas temuan dan praktik dr Terawan juga sikap yang bertolak belakang dari kenyataan di lapangan. "Saya mendorong Ikatan Dokter Indonesia agar turut menyelesaikan persoalan ini dengan cara arif dan bijaksana dengan mengedepankan semangat penegakan etik serta perlindungan konsumen," pungkas Okky.

Dokter Terawan yang merupakan kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto telah berhasil menyembuhkan pasien stroke dengan menggunakan metode Digital Subtraction Angiography (DSA) atau yang sering disebut 'cuci otak'. Ia juga mematenkan penemuannya itu di luar negeri. (ega/mpr)