Ketua DPR Ingin Indonesia Gunakan Big Data untuk Kampanye

Ketua DPR Ingin Indonesia Gunakan Big Data untuk Kampanye

Moch Prima Fauzi - detikNews
Sabtu, 07 Apr 2018 21:46 WIB
Ketua DPR Ingin Indonesia Gunakan Big Data untuk Kampanye
Foto: Dok DPR
Jakarta - Pemanfaatan teknologi big data dinilai perlu digunakan untuk pesta demokrasi di Indonesia. Menurut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dengan memanfaatkan teknologi ini, calon pemimpin bisa membuat kampanye politik jadi lebih rasional.

"Pemanfaatan teknologi digital dengan memanfaatkan big data yang terdiri dari miliaran megabyte data di dunia maya, dalam pemenangan Pilkada, Pileg dan Pilpres harus mulai kita gunakan. Penggunaan teknologi akan menjadikan kampanye politik menjadi lebih rasional karena berdasarkan fakta, data, dan analisis yang valid," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/4/2018).


Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan dengan adanya big data, politisi bisa memanfaatkannya untuk pemetaan demografis kontribusi, sejarah pemilih dalam politik, pandangan politik pemilih hingga konsumsi media. Selain itu, mereka juga bisa mengetahui aktivitas media sosialnya serta hingga hal-hal lain soal kepemilikan rumah atau kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi Golkar itu pun menuturkan serbuan media sosial dan kecanggihan teknologi akan mempengaruhi masyarakat dalam menilai partai politik, politisi, kandidat kepala daerah ataupun kandidat presiden. Sebaliknya pula, pemanfaatan teknologi juga mempengaruhi politisi dalam mempelajari tentang karakter pemilih atau masyarakat.

Ia mencontohkan penggunaan data pengguna Facebook yang belakangan ini disalahgunakan oleh Cambridge Analytica untuk pemenangan Donald Trump menjadi bukti nyata bahwa penggunaan big data efektif untuk kampanye. Padahal sebelumnya Donald Trump kalah pamor ketimbang Hillary Clinton.

"Trump telah membuktikan keampuhan penggunaan big data dari Facebook untuk memenangkan Pilpres Amerika Serikat. Walaupun, akhirnya Facebook terkena imbas negatif akibat kebocaran data penggunanya yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik," kata Bamsoet.


Selain Amerika, negara lain yang juga telah memanfaatkan big data adalah Kenya pada tahun 2013. Pemilihan presiden di negara itu kata Bamsoet juga memanfaatkan big data yang digunakan oleh Uhuru Kenyatta. India dan Malaysia juga disebutnya telah mengadopsi teknologi tersebut. Ia menilai big data memiliki potensi yang baik bukan hanya untuk kampanye namun juga keperluan lain seperti bisnis, intelijen dan lainnya.

"Potensi big data yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal di negara kita. Padahal, siapa yang mampu memanfaatkan big data akan unggul dalam bidang apa saja, baik bisnis, intelijen, politik serta bidang lainnya. Data-data yang ada bisa diolah menjadi salah satu senjata utama dalam memenangkan berbagai pertarungan, termasuk pertarungan politik,"pungkasnya. (ega/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads