Syafii Ingatkan Muhammadiyah Jangan Ikut Terseret Arus Dunia
Senin, 04 Jul 2005 11:22 WIB
Malang - Prihatin dengan kondisi politik yang terjadi, Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif mewanti-wanti kadernya agar tidak ikut terseret arus duniawi. Kader Muhammadiyah diminta tegar dan kuat seperti batu karang."Jangan biarkan terseret ke arus yang serba kumuh, sebab taruhannya teramat besar bagi bangsa ini secara keseluruhan," tutur Syafii dalam kotbah iftitah di Muktamar ke-45 Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Telogomas, Malang, Senin (4/7/2005).Menurut dia, kelemahan sebagai bangsa disebabkan para pemimpinnya yang jarang menggunakan pakaian taqwa dalam mengurus negeri. Mereka lebih menyukai pakaian dunia yang gemerlap, mewah dan mahal. "Dunia politik kita juga masih berebut serba kegemerlapan itu. Sementara perhatian terhadap rakyat banyak dilakukan hanya sewaktu kampanye Pemilu saja," kata Syafii.Karena itu, lanjut dia, dalam kondisi bangsa dan negara yang masih labil, pimpinan puncak PP Muhammadiyah dituntut memiliki karakter kuat seperti batu karang, yang tidak dapat tergerus ombak dan gelombang, betapa pun dasyatnya."Godaan politik dan ekonomi yang menjanjikan pahala jangka dekat tidak boleh melemahkan karakter pemimpin Muhammadiyah," tegas Syafii.Diakui dia, posisi Muhammadiyah saat ini berada di tengah-tengah pergumulan kekuatan sosial kultural bangsa. Karena itu tidak mudah bagi Muhammadiyah untuk tidak bersinggungan dengan masalah-masalah besar yang dihadapi. Namun, sambung dia, tidak ada alasan bagi Muhammadiyah untuk patah harapan dalam memperbaiki bangunan moral bangsa ini. Muhammadiyah tidak ingin Indonesia berlama-lama hidup dalam kepengapan dan ketidakpastian masa depan."Lingkungan budaya yang gelap karena korupsi haruslah berhenti, sekali pun sangat sulit memutuskan rantai guritanya," tukas Syafii.
(umi/)











































