Tulisan 'Maaf Premium Habis' Bikin Jengkel Warga Jakarta

Tulisan 'Maaf Premium Habis' Bikin Jengkel Warga Jakarta

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 11:15 WIB
Jakarta - Sejumlah pengendara kendaraan bermotor pagi ini jengkel. Bagaimana tidak, ketika ingin membeli bensin berjenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mereka hanya menemui papan bertuliskan "Maaf, premium habis".Tulisan ini terpampang di muka SPBU. Pengendara yang hendak mengisi premium tentu saja kecewa dan bingung mendapati tulisan tersebut. Apalagi sisa bensin di kendaraannya sudah menipis. Dan saat mencari di SPBU lainnya, ternyata juga menemui hal yang sama."Huh, bagaimana ini Pertamina, kok bensin habis semua," keluh Adi, warga Cengkareng, Jakarta Barat yang sempat berspekulasi apakah bensin di kendaraannya cukup untuk sampai menuju kantornya.SPBU yang terletak di Jalan Panjang, yang biasanya ramai oleh kendaraan yang akan mengisi BBM, terutama di hari kerja awal pekan, terlihat lengang. Pada Senin (4/7/2005) pagi ini, hanya terlihat dua kendaraan saja yang mengisi BBM.Itu pun kedua kendaraan tersebut bukan mengisi premium. SPBU hanya menyediakan pertamax dan pertamax plus yang harganya dua kali lipat dari harga premium.Padahal sebelumnya banyak yang berharap di SPBU Jalan Panjang ini dapat menyediakan premium, karena sebelumnya mereka juga mendapati beberapa SPBU yang kehabisan premium."Pom bensin di Kedoya habis, makanya saya ke sini, ternyata di sini habis juga" keluh Yanto, warga Kedoya. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli bensin eceran, karena untuk menuju SPBU lainnya, khawatir akan kehabisan bensin."Ini untuk jaga-jaga saja, beli bensin eceran cukup satu liter. Asal cukup saja sampai rumah," katanya.Dua SPBU di Jalan Panjang memang kehabisan stok premium. Saat ditanya kenapa habis, petugas hanya menyatakan karena belum mendapat pasokan. "Siang atau sore nanti mungkin ada stok lagi," kata petugas. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini