DetikNews
Jumat 06 April 2018, 17:40 WIB

Jokowi Jelaskan ke Budayawan Kenapa Fokus Bangun Infrastruktur

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Jelaskan ke Budayawan Kenapa Fokus Bangun Infrastruktur Jokowi bertemu dan berbincang dengan budayawan di Istana Bogor. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dan bincang santai dengan para budayawan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyinggung soal fokus pemerintah membangun infrastruktur.

Jokowi mengakui, dalam waktu 3,5 tahun dia menjabat Presiden RI, pemerintah selalu berbicara mengenai pembangunan fisik, yakni infrastruktur. Presiden menjelaskan alasan dia fokus pada infrastruktur adalah pembangunan Indonesia dirasa tertinggal jauh dari negara lain.

"Kenapa kita memulai dengan investasi bidang di infrastruktur? Karena kita sebagai negara besar terlalu jauh ditinggal oleh kanan-kiri kita, sehingga ini yang perlu dikejar terlebih dahulu, utamanya untuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah di Indonesia bagian timur," ujar Jokowi kepada para budayawan di halaman belakang Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).


Jokowi menegaskan memang pembangunan itu lebih diberatkan di Indonesia bagian timur. Namun di bagian barat dan tengah juga dilakukan.

Jokowi bertemu dan berbincang dengan budayawan di Istana BogorJokowi bertemu dan berbincang dengan budayawan di Istana Bogor. (Ray Jordan/detikcom)

"Memang bagian timur sebuah wilayah betul-betul yang sangat jauh sekali kondisinya kalau dibandingkan yang kita nikmati sekarang ini, terutama di Jawa," katanya.

Jokowi pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Papua. Di Wamena, dia bertanya langsung soal harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.

"Kita Rp 6.450, di sana harganya Rp 60 ribu, pada saat cuaca nggak baik harganya bisa Rp 100 ribu per liter. Karena ketidaksiapan infrastruktur untuk mendukung harga itu sama dengan yang ada di Jawa," katanya.

Selain itu, Jokowi menceritakan saat berkunjung ke Kabupaten Nduga. Di sana, kondisi pembangunannya sangat memprihatinkan.


"Itu kabupaten di tanah air ini yang aspal satu meter pun nggak ada. Itu ibu kotanya aja nggak ada aspal, dapat dibayangkan distrik-distriknya seperti apa. Dari Wamena yang sudah jauh untuk ke Nduga itu butuh waktu sebelumnya 4 hari 4 malam berjalan kaki naik-turun gunung, masuk hutan, baru sampai dari Wamena baru sampai ke Nduga. Dan itulah yang saya lihat di sana. Di Wamena saja harga bensin Rp 60 ribu, apalagi di Nduga, nggak ada yang jualan bensin. Karena semuanya jalan kaki," jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, itulah fakta mengenai pembangunan di Indonesia, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Jokowi menegaskan yang namanya infrastruktur itu tidak sekadar bicara masalah ekonomi.

"Dalam pemahaman saya, tidak seperti itu. Infrastruktur ini akan mempersatukan kita. Kalau ketimpangan seperti tadi yang saya sampaikan kita tidak bisa bersatu. Mempersatukan bahwa saya pernah lakukan alami terbang dari Aceh, dari Banda Aceh langsung terbang ke Wamena memakan waktu 9 jam 15 menit. Artinya apa? Supaya menyadarkan kita semuanya bahwa bangsa kita ini bangsa yang besar. Kalau kita terbang dari London 9 jam sampai ke Istanbul, Turki, sudah melewati mungkin 6, 7, 8 negara," ungkap Jokowi.

"Inilah negara kita. Tetapi kalau itu kita tidak siapkan entah airport-nya, entah pelabuhannya, entah jalannya, kejadian ketimpangan antarwilayah akan semakin besar," tambahnya.
(rjo/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed