Ajak Perangi Korupsi, SBY Harus Mulai dari Lingkungannya
Senin, 04 Jul 2005 05:01 WIB
Malang - Presiden SBY mengajak warga Muhammadiyah turut serta dalam memberantas korupsi. Namun, upaya pemerintah sendiri dinilai masih belum maksimal dalam menangani pencuri uang rakyat tersebut."Terus terang negara kurang efektif untuk pemberantasan kemungkaran karena ada situasi sistem pembiaran oleh negara sehingga merajalelanya kemungkaran itu."Demikian kata Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kepada wartawan usai pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Stadion Gejayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (3/7/2005) malam.Sekum Majelis Ulama Indonesia ini menilai pemberantasan korupsi yang dikomandoi SBY belum komprehensif. "Langkah ini masih bersifat parsial dan pilih-pilih," tukasnya.Sebelumnya, saat membuka Muktamar, SBY mengajak peserta muktamar memperhatikan problem moral yang dihadapi bangsa. Sebab, selama ini Muhammadiyah dinilai sebagai salah satu ormas yang peduli terhadap keterpurukan bangsa. Presiden mengajak warga Muhammadiyah membangun kesadaran bersama agar umat Islam jauh dari korupsi. Din menghormati ajakan SBY dalam pemberantasan korupsi. Namun, menurutnya, praktek korupsi lebih menjadi fenomena birokrasi daripada rakyat. "Kita semua harus teriama dan terbuka terhadap kritik presiden. Presiden juga harus mulai memberantas korupsi dari mulai lingkungan kekuasaannya," tegas Din.Sementara, Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi menambahkan penegakan moral dalam memberantas korupsi memang bisa diawali ulama. Meski demikian, langkah tersebut tetap harus konprehensif. "Kalau ulama dibiarkan sendiri sementara lingkungan berlawanan dengan ide moral, ya tidak bisa," ujar Hasyim.
(ton/)











































