SBY Ajak Warga Muhammadiyah Perangi Korupsi
Minggu, 03 Jul 2005 22:14 WIB
Malang - Muktamar Muhammadiyah ke-45 resmi digelar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka secara resmi pelaksanaan forum tertinggi ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu.Dalam sambutannya, SBY mengajak peserta muktamar memperhatikan problem moral yang dihadapi bangsa. Sebab, selama ini Muhammadiyah dinilai sebagai salah satu ormas yang peduli terhadap keterpurukan bangsa. "Fakta yang dihadapi setelah 60 tahun negara kita merdeka, moralitas belum kokoh benar. Reformasi pun belum sepenuhnya menguatkan moralitas kita terutama dalam memberantas KKN," kata SBY di Stadion Gejayana, Malang, Minggu (3/7/2005) malam.Presiden mengatakan untuk mengurangi korupsi diperlukan hukum yang tegas dan konsistensi aparat penegak hukum. "Jika aparat hukum masih lemah maka moralitas yang harus diperkuat, karena jika moralitas sudah baik maka tidak akan melakukan kejahatan," tandasnya. Ia menambahkan saat ini masih ada orang yang menyalahgunakan kekuasaan untuk korupsi tanpa merasa malu ataupun bersalah. "Alangkah malunya kita bangsa yang mayoritas Islam dan diakui sebagai bangsa muslim terbesar tapi korupsinya terbesar di dunia," ujar SBY. Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk membangun kesadaran bersama agar umat Islam jauh dari korupsi. Sebab, hal itu hanya akan menyengsarakan umat dan negara. Usai membacakan sambutan, SBY menekan sirene sebagai tanda dibukanya acara muktamar. Sirene itu kemudian diikuti kembang api yang disambut tepuk meriah ribuan penggembira muktamar yang memenuhi stadion. Hadir dalam pembukaan ini, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Beberapa menteri seperti Menteri Agama M Maftuh Basyuni, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Mendiknas Bambang Sudibyo dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari juga hadir.
(wil/)











































