DPR Didesak Pertanyakan Sutanto soal Reformasi Polri
Minggu, 03 Jul 2005 21:48 WIB
Jakarta - Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Kapolri akan berlangsung, Senin (4/7/2005) besok. Komisi III didesak mempertanyakan komitmen calon Kapolri Komjen Pol Sutanto mengenai reformasi polri."Sehingga akan muncul sebuah komitmen yang menjadi ikatan moral antara Sutanto dengan masyarakat yang diwakili para anggota Komisi III, untuk menata dan membangun Polri yang lebih profesional," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (3/7/2005).IPW menilai Sutanto memang merupakan figur yang relatif bersih. Meski demikian, pembenahan di lembaga Polri tidak mudah dilakukan oleh kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional itu. "Sebab aparat kepolisian sudah keranjingan bertindak mengabaikan hukum dan sangat sulit mencari perwira Polri yang tidak memiliki hubungan emosional dengan para bandar judi," tukas Neta.Indonesia Police Watch melihat ada 3 hal yang patut diprioritaskan Sutanto. Hal itu yakni membenahi watak kriminal di sebagian besar aparatnya, mengubah watak korup di semua jajarannya, dan mendorong watak anggota Polri senantiasa menjadi pelayan profesional bagi masyarakat. "Kenaikan gaji dan fasilitas bukan prioritas, jika ketiga hal ini tidak dibenahi," tegas Neta. Untuk mencapai ketiganya, IPW meminta Sutanto memberikan terapi kejut dalam menyadarkan aparatnya. "Aparat maupun perwira Polri yang brengsek harus dibawa ke pengadilan," tandasnya.Sebab, saat fit and proper test menjadi calon Kapolri di DPR, Jenderal Da'i Bachtiar pernah melontarkan komitmennya yang akan memberantas perjudian. Namun, justru saat ini perjudian kian meluas di 12 propinsi baik secara gelap maupun terang-terangan. "Polisi tidak dapat berbuat apa-apa terhadap perjudian yang didalangi para bandar kakap," ujar Neta.
(ton/)











































