Dilarang Masuk, Penggembira Muktamar Muhammadiyah Protes
Minggu, 03 Jul 2005 18:45 WIB
Malang - Ratusan perwakilan penggembira asal Bengkulu, Bogor, Jakarta, Sulawesi, Jepara melakukan aksi protes di depan Stadion Gejayana Malang, tempat pembukaan Muktamar Muhammadiyah. Sebab, mereka dilarang masuk oleh panitia pembukaan muktamar.Salah seorang peserta, Jaelani asal Brebes berteriak kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif agar para penggembira dari berbagai daerah yang sampai saat ini di luar stadiun agar diperbolehkan masuk. "Pak Syafi'i, kami penggembira jauh-jauh datang dari Bengkulu, Bogor, kenapa tidak diperbolehkan masuk. Tolong diperhatikan kami," kata Jaelani di depan Stadion Gejayana, Malang, Minggu (3/7/2005).Komariah, perwakilan dari Jakarta, mengeluh hal yang sama. Dirinya dan rombongan dari jakarta berjumlah 11 bus tidak diperbolehkan masuk. Alasan, mereka hanya mmempunyai ID saja dan tidak membawa undangan acara pembukaan muktamar.Hal serupa juga diungkapkan Ny Mariam. Ia mengaku sejak 3 hari lalu, ingin mengikuti pembukaan muktamar. Namun panitia melarangnya masuk stadion. Panitia beralasan dalam stadion dipenuhi 18 ribu penggembira. Mereka memadati sejak pukul 16.00 WIB. Di luar stadion, ribuan penggembira masih memadati areal stadion. Mereka menikmati hiburan marching band sambil duduk. Selain tidak boleh masuk, banyak penggembira Muktamar Muhamadiyah mengeluh tidak tersedianya toilet umum.Sementara, puluhan ribu peserta dan penggembira muktmamar sudah memadati Stadion Gejayana. Sebelum memasuki stadion para pengunjung harus menunjukan kartu undangan. Selain itu, mereka juga harus melalui sistem pengamanan yang cukup ketat. Barang bawaan diperiksa secara detil oleh petugas dengan menggunakan metal detektor.Rencananya pembukaan Muktamar ke-45 Muhammadiyah dibuka pukul 19.47 WIB oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tokoh Muhammadiyah yang sudah hadir antara lain Dahlan Rais dan Din Syamsuddin.
(ton/)











































