Fahri juga menyampaikan keheranannya. Ia meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek turun tangan.
"Ini kan melibatkan dokter pribadi presiden, mbok ya harus duduk dong Menteri Kesehatan, direkonsiliasi mau apa ini," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Dokter Terawan pernah mengobati pasien sekelas Presiden RI, kala itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Faktor inilah yang membuat Fahri heran mengapa IDI main pecat saja.
"Dia kan dokternya Istana ya, kok bisa gitu loh. Artinya, Istana masuk ke istilahnya orang Istana, dokter Istana yang sehari-harinya ngurusin dokternya presiden bisa dipecat," ujar Fahri.
Baca juga: Gelombang Pembelaan dr Terawan Makin Besar |
Fahri juga mengaku belum paham betul apa yang dilanggar dr Terawan. Karena itu, dia menyarankan Menkes turun tangan mengadakan forum rekonsiliasi.
"Menurut saya, ini rekonsiliasi, ketemu saja. Letak kreativitasnya (dr Terawan) di mana, tidak disiplinnya di mana. Sebab, saya mendengar dokter Terawan ini bukan hanya menangani presiden, tapi juga orang-orang besar, (orang) kaya," kata Fahri. (gbr/fdn)











































