ADVERTISEMENT

Fahri Hamzah Minta Menkes Tangani Pemecatan dr Terawan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 21:53 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) memecat sementara dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI karena dugaan pelanggaran kode etik kedokteran terkait terapi 'cuci otak'. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesalkan keputusan tersebut.

Fahri juga menyampaikan keheranannya. Ia meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek turun tangan.



"Ini kan melibatkan dokter pribadi presiden, mbok ya harus duduk dong Menteri Kesehatan, direkonsiliasi mau apa ini," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Dokter Terawan pernah mengobati pasien sekelas Presiden RI, kala itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Faktor inilah yang membuat Fahri heran mengapa IDI main pecat saja.

"Dia kan dokternya Istana ya, kok bisa gitu loh. Artinya, Istana masuk ke istilahnya orang Istana, dokter Istana yang sehari-harinya ngurusin dokternya presiden bisa dipecat," ujar Fahri.




Fahri juga mengaku belum paham betul apa yang dilanggar dr Terawan. Karena itu, dia menyarankan Menkes turun tangan mengadakan forum rekonsiliasi.

"Menurut saya, ini rekonsiliasi, ketemu saja. Letak kreativitasnya (dr Terawan) di mana, tidak disiplinnya di mana. Sebab, saya mendengar dokter Terawan ini bukan hanya menangani presiden, tapi juga orang-orang besar, (orang) kaya," kata Fahri. (gbr/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT