Pantauan detikcom ketika mengarah ke Marunda melewati Jalan Akses Marunda, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, terdapat beberapa lubang di sepanjang Jalan Akses Marunda. Bahkan di jembatan pertama terlihat bagian tengah terdapat renggangan sepanjang 8-10 cm.
Kendaraan yang melintas pun terlihat mengurangi kecepatan saat melewati renggangan tersebut. Tidak jarang sepeda motor yang terlihat seperti meloncat karena tidak mengetahui adanya rongga di jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom) |
Maco (38), petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) mengatakan renggangan tersebut semakin parah akhir-akhir ini. Menurutnya, hal itu disebabkan besi yang menjadi fondasi telah hilang.
"Sebelumnya nggak separah gitu. Itu sudah seminggu, ya begitulah, itu setahu saya itu ada yang iseng, ada yang niat jahat, itu bawahnya kan pelat besi ditutup aspal," ujarnya saat ditemui detikcom di sekitar lokasi, Rabu (4/4/2018).
Jembatan tersebut juga kerap dilalui truk kontainer setiap hari. Lalu lintas truk dengan beban berat juga menjadi salah satu penyebab renggangnya jalan tersebut.
"Namanya sambungan itu kan somplak-somplak, terus kelihatan besinya diambilin," ucapnya.
Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom) |
Maco mengaku sudah melaporkan hal ini kepada pihak kelurahan. "Ini lagi ditindaklanjuti sama lurah," katanya.
Sementara itu, seorang pengendara motor Wendi (45) mengkhawatirkan kondisi jalanan yang renggang. Menurutnya, jalanan tersebut tidak layak dilalui.
"Bahayalah. Apalagi kalau lagi ngebut, tiba-tiba di depan ada jalanan kayak gitu, terus di belakang ada kontainer ya ketabrak gimana, apalagi kontainer pada ngebut. Saya jarang lewat atas, karena nggak layak untuk umumlah pokoknya," tutur Wendi.
Sama halnya dengan Tarzan (60), warga yang sering berdagang di bawah jembatan juga merasakan ketakutan. Sebab, suara kontainer ketika melewati lubang yang renggang terdengar sangat kencang.
Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom) |
"Ya... ngerilah kita, takut ketiban saja, apalagi kita sehari-hari di sini, ngeri mah, ngerilah semua," tuturnya.
Tarzan berharap pihak terkait segera memperbaikinya, sehingga tidak menimbulkan polusi suara. "Penginnya dibenerin, dibagusin, biar nggak berisik," ucapnya. (mea/mea)












































Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom)
Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom)
Jalan renggang di Jembatan Akses Marunda (Eva Savitri/detikcom)