Dalam pertemuan tersebut, Muslim menyampaikan surat 2 halaman berbahasa Arab dari Ismail Haniya, Ketua Umum Hamas untuk Ketua Umum PPP. Membawa pesan dari pemimpin tertinggi Hamas tersebut, Muslim secara khusus meminta dukungan PPP sebagai partai Islam tertua di Indonesia untuk pengakuan kemerdekaan Palestina.
Ketua Palestinian Cultural Organization Malaysia (PICOM) yang berkedudukan di Kuala Lumpur ini menyatakan, perjuangan diplomatik negara-negara Islam akan lebih kuat jika ada dukungan people to people dan party to party. Setelah mendapat dukungan dari partai-partai politik di Malaysia, kini giliran Hamas meminta dukungan PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina. Melalui wakil kami di DPR dan pemerintah Indonesia, PPP akan terus memastikan seluruh ikhtiar diplomatik agar Palestina mendapat pengakuan kemerdekaannya dari seluruh dunia," ujar Romahurmuziy dalam keterangan tertulisnya.
Lanjut Rommy, sapaan akrabnya, PPP juga memberikan penolakan terhadap deklarasi Donald Trump yang secara sepihak memindah ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem.
"Kita sudah mengirim surat keberatan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat sesaat setelah deklarasi sepihak Trump," tegasnya.
Menurutnya, partainya sendiri menyambut baik ajakan kerja sama dari organisasi pembebasan Palestina tersebut. Dukungan partai dari Indonesia, dinilai sangat diperlukan untuk perjuangan diplomatik.
"PPP menyambut baik ajakan kerja sama dengan Hamas. Karenanya kami mengundang ustaz Ismail Haniya (Ketua Hamas) untuk berkunjung ke Indonesia. Kami percaya kehadirannya akan mempererat solidaritas dan menjadi solusi diplomatik yang tidak hanya dilakukan oleh pejabat negara tapi juga parpol," ujar Rommy.
Menurut PPP, satu-satunya solusi untuk Palestina damai hanya dengan saling mengakui dalam prinsip koeksistensi.
"Kami memiliki keterbatasan informasi tentang Palestina. Dengan kehadiran pemimpin Hamas akan membuat kita lebih saling mengenal kedepannya," kata anggota Komisi Keuangan DPR ini.
Di akhir pertemuan, Rommy menjanjikan PPP akan menginisiasi organisasi kebudayaan Palestina di Indonesia sebagaimana halnya PICOM di Malaysia. Selain itu, pihaknya juga akan mengajak parpol lain yang mau membentuknya. (idr/idr)











































