"Pertama meminta IDI mencabut (pemecatan), yang kedua agar adanya perlindungan yang pasti dari pemerintah terutama dari Kementerian Kesehatan," ujar Dave saat keluar dari ruang pertemuan di lantai 2 gedung utama RSPAD, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).
Menurutnya, dr Terawan tidak melakukan pelanggaran apa pun sampai harus dipecat. Dave, yang pernah menjadi pasien dr Terawan, mengatakan terapi 'cuci otak' dengan menggunakan digital subtraction angiography (DSA) membuat banyak pasien semakin baik kondisinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dave menyebutkan beberapa manfaat dari hasil terapi dengan DSA. Sakit kepala yang dialaminya membaik setelah satu kali mendapatkan terapi.
"Manfaatnya luar biasa, kepala nyut-nyutan sudah hilang, penglihatan juga cukup jelas. Saya bisa sebut keberhasilan dari metode tersebut," jelasnya.
Karena itu, Dave berharap pemecatan dr Terawan dicabut agar ia bisa kembali menangani pasien. "Ini tidak melanggar apa-apa dan dr Terawan bisa berpraktik secara normal," tutur politikus Golkar ini. (idh/elz)