Ribuan Pelajar Aceh Tak Lulus, Memilukan dan Memalukan

Ribuan Pelajar Aceh Tak Lulus, Memilukan dan Memalukan

- detikNews
Sabtu, 02 Jul 2005 17:15 WIB
Banda Aceh - Fenomena tidak lulusnya ribuan siswa SMP dan SMA pada tahun ajaran ini bukan hanya terjadi di Aceh. Tapi juga di banyak wilayah lainnya di Indonesia.Tapi, khusus Aceh, hal itu digugat. Pasalnya, selain besarnya kucuran dana pendidikan sekitar Rp 2,1 triliun dalam tiga tahun terakhir ini, sebenarnya siswa di Aceh mendapat keringanan untuk menunda Ujian Nasional karena bencana tsunami."Banyak siswa yang tidak lulus adalah para yatim-piatu korban tsunami yang saat ini menghuni tenda-tenda pengungsian," ujar J.Kamal Farza, Koordinator Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SAMAK), dalam rilisnya yang diterima detikcom, Sabtu (2/7/2005).Menurut SAMAK, peristiwa ini merupakan sejarah terburuk yang sangat memilukan sekaligus memalukan yang terjadi di Aceh. Memilukan karena jumlah terbesar dari yang tidak lulus itu adalah mereka yang secara langsung menjadi korban bencana gempa dan tsunami.Memalukan, karena, Pemda dan Dinas Pendidikan Nasional NAD dinilai arogan, dengan tetap memaksa menggelar UN meskipun sudah diberikan kelonggaran. Siswa di Aceh boleh tidak ikut UN karena sebagian besar mereka adalah korban tsunami.Berdasarkan data, peserta UN tingkat SMA di Aceh berjumlah 118.877 siswa, terdiri 32.354 siswa SMU, 9.508 siswa madrasah aliyah dan 6.711 siswa SMK. Dari jumlah itu, 51.355 siswa dinyatakan tidak lulus pada Kamis (30/6) lalu.Siswa yang paling banyak tidak lulus berada di wilayah Aceh Jaya dengan persentase 76,7% dan Aceh Barat sebesar 75,5%. Kedua daerah ini termasuk sebagai wilayah yang terkena dampak cukup besar akibat bencana tsunami."Pemda dan Dinas Pendidikan Nasional NAD belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan siswa Aceh, padahal selama tiga tahun terakhir, pemerintah sudah mengucurkan sekitar Rp 2,1 triliun dana untuk pendidikan yang bersumber dari dana bagi hasil migas dan Rp 600 miliar dana pendidikan bersumber dari APBN," terang Kamal. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads