Banyak Tak Lulus, Puluhan Pelajar Demo Diknas NAD
Sabtu, 02 Jul 2005 16:07 WIB
Banda Aceh - Pelajar Aceh bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga. Saat tengah berusaha pulih dari tsunami, banyak di antara mereka tidak lulus Ujian Nasional (UN).Buntutnya, sekitar 50 pelajar yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh melakukan aksi demo ke kantor Dinas Pendidikan NAD, Sabtu (2/7/2005).Mereka meminta pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan reformasi secara total sistem pendidikan di Aceh. Mereka juga minta agar semua siswa yang dinyatakan tidak lulus pada pengumuman beberapa hari lalu, agar dinyatakan lulus."Karena jika tidak, maka mereka akan mendapatkan tekanan psikologis yang tinggi pascatsunami ini. Banyak dari mereka yang merupakan korban tsunami," kata Fitriadi ZA, Kabid Komunikasi Umat PII dalam rilis pernyataan sikap mereka.Mereka juga menyinggung dana pendidikan senilai Rp 2,7 triliun dalam tiga tahun terakhir ini, tapi ternyata tidak signifikan dengan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.Dalam pernyataan sikap lainnya, mereka meminta agar Dinas Pendidikan jangan dijadikan objek untuk mencari uang.Dalam demo yang berlangsung tertib ini, para pelajar ingin melakukan dialog dengan Kepala Dinas Pendidikan NAD, T.Alamsyah Banta. Kepala dinas yang semula tidak ditempat karena menghadiri pernikahan anaknya, tiba-tiba hadir di kantor tersebut."Kita harapkan kebijakan menteri soal ini. Masukan dari kalian akan saya sampaikan," ucap Alamsyah kepada para pelajar.Alamsyah tak membantah jika banyak siswa yang tak lulus karena standar nilai nasional yang sudah dinaikkan menjadi 4,26. Sistem pendidikan yang tidak optimal juga disebutkannya sebagai faktor lainnya."Belum lagi konflik tak kunjung usai ditambah bencana tsunami. Mutu pendidikan dan SDM kita memang kurang," akunya. Setelah melakukan dialog, para pelajar bubar dengan tertib.
(nrl/)











































