Ipong Ternyata Ngumpet di Rumah Mertuanya

Ipong Ternyata Ngumpet di Rumah Mertuanya

- detikNews
Sabtu, 02 Jul 2005 15:02 WIB
Poso - Buronan yang satu ini memang lihai. Dia ngumpet di rumah mertuanya dan membiarkan mertuanya menghadapi desakan dan kepungan polisi.Setelah kejar-kejaran dan baku tembak dengan polisi, Andi Ipong menghilang. Polisi kemudian melakukan sweeping rumah warga. Sikap kooperatif ditunjukkan warga untuk membantu polisi.Tapi hanya ada satu warga yang bersikeras menolak. Komandan Pasukan Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri pun marah dibuatnya. Tapi sang penghuni rumah tetap tidak sudi rumahnya digeledah.Penolakan sang pemilik rumah yang menghadap Jalan Ahmad Yani, Poso Kota, Sulawesi Tengah, ini membuat polisi curiga berat. Usut punya usut, ternyata sang penghuni rumah adalah mertua Ipong.Yakinlah polisi kalau Ipong berada di rumah tersebut. Sekitar 50-an polisi pun mengepung rumah itu dengan todongan senjata laras panjang Senapan Serbu Dua (SS-2), Sabtu (2/7/2005)."Ipong, keluar kamu!" seru Komandan Pasukan berkali-kali. Tapi sang penghuni rumah malah marah dan mengusir polisi. Adu mulut pun terjadi.Kesepakatan tidak tercapai, akhirnya polisi memilih untuk menunggu. Hingga pukul 14.00 Wita, polisi masih bertahan mengelilingi rumah mertua Ipong.Tontonan WargaKarena lama tidak ada perkembangan situasi, seratusan warga yang menonton berangsur-angsur pulang. Tinggal sepuluhan orang saja yang masih bertahan.Warga memang menyaksikan langsung peristiwa pemburuan Ipong. Bukan hanya orang dewasa, tapi juga ibu-ibu, bahkan anak-anak kecil.Saat aksi kejar-kejaran dan baku tembak terjadi, warga bukannya ketakutan dan berlindung di rumah masing-masing, malah justru keluar rumah.Seperti tak mau ketinggalan peristiwa seru, mereka bahkan mengikuti pengejaran Ipong oleh polisi. Warga berdiri di tepi jalan untuk menghindari peluru nyasar.Namun begitu Ipong menghilang, warga diminta menjauh, terlebih lagi ketika pasukan polisi yang semula 10 personel menjadi 50-an personel. Begitu juga saat mengepung rumah mertua Ipong, warga diminta menjaga jarak.Tapi berhubung tidak ada "aksi seru" lagi, warga pun bosan dan pulang. Nyali warga memang bisa dibilang besar. Bisa jadi mereka sudah terbiasa dengan aksi penembakan karena sering terjadi di Poso. Apalagi lokasi rumah warga ternyata berdekatan dengan Mes TNI dan Asrama Bhayangkara.Ipong merupakan buronan kasus penembakan Jaksa Muda Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Ferry Silalahi pada 26 Mei 2004 di Palu Timur, dan Pendeta Susianti Tinulele pada 18 Juli 2004 di Gereja Jemaat Efatha, Palu Selatan.Ipong juga diduga kuat terlibat perampokan bersenjata di Kantor Bupati Poso senilai Rp 583 juta pada 31 Maret 2005. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads