DetikNews
Rabu 04 April 2018, 14:16 WIB

Ngawi-Kertosono Bisa Pakai Tol Fungsional Saat Mudik Lebaran 2018

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Ngawi-Kertosono Bisa Pakai Tol Fungsional Saat Mudik Lebaran 2018 Tol Wilangan-Kertosono masih dalam pengerjaan. (Marlinda/detikcom)
Madiun - Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan ada dua ruas jalan tol di Jawa Timur yang belum selesai pengerjaannya, yakni Tol Wilangan-Kertosono dan Tol Mantingan-Ngawi. Jalur Ngawi-Kertosono itu akan dijadikan tol fungsional saat mudik Lebaran 2018.

"Kami melihat memang tol di Jawa Timur untuk digunakan arus mudik ke Solo hanya ada dua penggal lagi saja yang belum selesai. Yaitu penggal tol dari Kertosono menuju Wilangan. Kurang-lebih 32 kilometer. Itu juga dari Ngawi sampai Mantingan belum seperti ini tol operasional," ujar Royke di Gerbang Tol (GT) Madiun, Jawa Timur, Rabu (4/4/2018).


Dua ruas jalan tol 88,35 km itu akan dapat berfungsi secara fungsional pada H-10 Lebaran. Nantinya, satu jalur dengan dua lajur untuk dua arah akan dibuka.

"Tadi penjelasan dari kontraktor bahwa itu akan selesai juga, targetnya adalah H-10 Lebaran. Jadi kalau Lebaran tanggal 15 sesuai keputusan pemerintah, berarti ya tanggal 5, 6, atau 4 (Juni)" kata Royke.

[Gambas:Video 20detik]


Di jalur Ngawi-Kertosono tersebut nantinya akan disediakan empat rest area dengan masing-masing arah dua rest area. Yakni rest area Kedungmulyo Jalur Bandung dan Kedungmlati Jalur Ambon, kemudian Karangdagangan Jalur Bandung dan Karangdagangan Jalur Ambon.

"Ya kalau saya melihat rest area sih saya lihat sudah cukup ya ada 4 ya, dua keluar dua masuk," ujarnya.

Hari ini Korlantas Polri mengecek jalur mudik 2018 tahap kedua. Pengecekan tersebut dilakukan dari Surabaya, menuju Ngawi, Solo, Semarang, Brebes, dan hingga titik akhir Jakarta.

Jalur Jatim Tak Sekrusial Jateng

Royke menyebut jalur mudik untuk area Jawa Timur belum sekrusial Jawa Tengah. Hal itu dinilai dari tingkat kepadatan kendaraan yang melintas saat arus mudik.

"Sejauh ini kami melihat Jawa timur sebetulnya tidak begitu krusial sejak dari tahun lalu pun. Yang krusial sebenarnya Semarang arah Brebes sampai Jakarta dan sebaliknya. Karena kepadatan kendaraan pun tidak sepadat jalur Pantura," ujar Royke di Gerbang Tol Madiun, Jawa Timur, Rabu (4/4).

Kepadatan kendaraan saat arus mudik, biasanya terjadi dari arah Jakarta menuju Brebes, Pekalongan, hingga Semarang dan sebaliknya. Sementara untuk arah ke Surabaya, Jawa Timur, dan sebaliknya, tidak separah arus lalu lintas di Jawa Tengah.

"Sampai di Surabaya dia sudah tinggal netes," kata Royke.

Kendati dinilai bukan wilayah krusial, Royke memperkirakan kepadatan kendaraan di area Jawa Timur terutama di Jalan Tol Ngawi-Kertosono juga akan terjadi. Sebab, banyak pemudik lokal yang juga akan melewati jalan tol yang belum sepenuhnya selesai ini.

"Surabaya kota besar ada arus mudik yang keluar Surabaya tapi itu lokalan saja. Surabaya, dia lokal tidak jauh-jauh. Tapi walaupun tidak jauh-jauh dia tetap mengganggu jalan tol ini. Jadi jalan tol ini kami perkirakan akan padat. Jadi Wilangan-Ngawi ini akan menjadi primadona," tuturnya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed