"Dia berkedok seolah-olah selama ini kios itu menjual jamu. Kan ada macam-macam (jamu yang dijual), nggak tahunya ada miras itu," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
RS menjual miras oplosan itu sejak dua tahun yang lalu. Pria tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) itu mengaku meracik miras oplosan itu soerang diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama dua tahun, produk miras RSini sudah kesohor. Tidak hanya warga Jakarta yang membeli miras di sana, tetapi ada juga warga Depok.
"Dia dijual pakai kemasan plastik, nggak ada merek apa-apa," tuturnya.
Polisi menyebut miras oplosan ini memiliki kandungan alkohol 96 persen. Komposisinya terdiri dari minuman energi, minuman bersoda, ginseng dan esens.
Sampai saat ini total ada 14 korban tewas akibat miras oplosan, terdiri dari warga Jakarta Selatan dan Depok. Di Depok sendiri, total ada 23 korban, di antaranya 6 orang tewas.
(knv/mei)











































