Di Lokasi Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Tak Ada Marka Larangan Parkir

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 11:51 WIB
Foto: Lokasi mobil Ratna Sarumpaet diderek/M Taufiq
Jakarta - Mobil milik Ratna Sarumpaet diderek oleh petugas Dishub DKI Jakarta di Taman Tebet. Di Taman Tebet tidak terlihat adanya marka larangan parkir kendaraan.

Taman Tebet atau juga biasa disebut oleh warga sekitar sebagai Taman Seno. Hal ini dikarenakan sebelum berubah nama menjadi Jalan Temen Barat, daerah ini berada di Jalan Senopati.

Taman Tebet ini sering digunakan oleh warga untuk berolahraga setiap harinya, termasuk juga oleh Ratna Sarumpaet.

"Ratna Sarumpaet sering joging di sini," kata Jhony, seorang warga Tebet, Rabu (4/4/2018).

Menurut Jhony, saat kendaraan Ratna di derek, dia baru saja melakukan aktivitas joging. Dikatakannya, Dishub memang sering melakukan kegiatan patroli di sekitar wilayah Tebet.

Sayangnya, lanjut Jhony, kebanyakan warga yang apes terkena derek kendaraan tidak mengetahui adanya larangan parkir di sekitar Taman Tebet.

"Ya gimana mau tahu, ini tidak ada marka larangan parkir di sini," ucapnya.

Bahkan, pernah beberapa warga meminta kepada petugas Dishub untuk memasang marka larangan parkir. Namun, permintaan itu sampai sekarang belum dipenuhi.

Taman Tebet juga memiliki area parkir. Namun, saat kendaraan Ratna Sarumpaet di derek, area parkir kendaraan sedang penuh, sehingga sebagian warga memilih parkir di pinggir jalan.

Pantauan detikcom, beberapa kendaraan roda empat dan roda dua terlihat parkir di pinggir jalan Taman Tebet.

"Tadi pagi juga ada yang kena derek di sekitar taman ini. Paling banyak yang kena derek wilayah pasar PTSP Tebet," sebut Jhony.

Perda Nyatakan Tetap Melanggar

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet tertangkap video dan viral di media sosial karena marah-marah tidak terima mobilnya diderek. Ratna berhasil menghubungi staf Anies, dan mobilnya dikembalikan lagi.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan Ratna Sarumpaet melanggar aturan mengenai larangan parkir di bahu jalan. Sandiaga menyamakan insiden tersebut dengan yang pernah dialami anggota DPRD DKI Fajar Sidik.

"Nggak boleh itu, melanggar walaupun daerah sini juga banyak yang parkir sembarangan. Depan rumah saya apalagi banyak banget itu. Itu butuh perubahan mindset daripada masyarakat," kata Sandiaga.

Kadishub DKI Andi Yansyah menyatakan sekalipun tak ada rambu, mobil tak boleh parkir di badan jalan.

Untuk menanggapi hal tersebut, Andri membagikan Perda DKI 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Mengutip dari Perda itu, penindakan dapat dilakukan pada kendaraan yang memakan badan jalan. Tak dijelaskan perlunya ada rambu peringatan.

Di Lokasi Mobil Ratna Sarumpaet Diderek Tak Ada Marka Larangan ParkirFoto: Perda DKI soal transportasi


"Tolong simak baik-baik bunyi pasalnya. Apakah rumija (ruang milik jalan) yang tidak boleh parkir harus diberi tanda/rambu? Bukan berarti tidak ada tanda larangan parkir boleh parkir. Sekali lagi perda mengatakan rumija tidak boleh tempat parkir," kata Andri.

(fiq/fjp)