Buka-bukaan Cak Imin Soal Keinginan Jadi Cawapres

Prima Fauzi - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 11:08 WIB
Foto: Dok PKB
Balikpapan - Muhaimin Iskandar, atau akrab disapa Cak Imin, terus bergerilya menggalang dukungan untuk maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2019. Sosialisasi pun cukup masif dilakukan, termasuk lewat baliho di sejumlah kota besar.

Cak Imin mengungkapkan, alasan utamanya menjajal bursa cawapres karena selama ini orang Nahdlatul Ulama (NU) selalu diam saat memiliki keinginan. Sebab, kata dia, orang NU cenderung bertawaduk, sopan, dan terlalu ikhlas. Untuk itu, sebagai orang NU, dia ingin memberikan suara.

Hal itu disampaikannya dalam acara Silaturrahmi Kyai Kalimantan Timur pada Selasa (3/4/2018), di Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 300 kiai dan ustaz se-Kalimantan Timur. Acara berlokasi di Pondok Pesantren Al Izzah Balikpapan.


"Orang NU kalau punya mau, kalau punya keluhan, biasanya susah ngomong. Karena terlalu tawaduk, terlalu sopan, terlalu ikhlas. Sehingga berpuluh-puluh tahun ya menunggu saja, berharap saja. Ini yang saya sebut sebagai silent hope atau harapan yang tidak terkatakan. Saya maju sebagai wakil presiden karena ingin memberi suara pada yang sunyi ini. Besar tapi sunyi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/4/2018).

Maju menjadi wakil presiden juga menjadi tujuan Cak Imin agar para santri tak diremehkan. Selain itu, soal hinaan yang ditujukan kepadanya, dia mengaku tak perlu membalasnya. Pria kelahiran Jombang ini juga meminta kepada para kadernya di PKB untuk tak membalas hinaan tersebut.

"Karena berpuluh tahun para santri sering silent (diam), hanya fokus dengan aktivitas spiritualnya, maka kita kerap diremehkan. Saat saya menyatakan siap jadi wakil presiden," kata Cak Imin.

"Suara yang menghina merebak. Tapi saya tidak pernah membalas celaan. Dan kader PKB juga tidak boleh balas menghina, balas menyerang. Biar Tuhan saja yang balas. Kita fokus sosialisasikan visi dan ide-ide kita," imbuhnya.


Dia melanjutkan di masa depan dunia akan dilanda tiga krisis yaitu krisis energi, krisis air, dan krisis kemanusiaan. Menurut Cak Imin, sebagai bangsa yang mayoritasnya muslim Indonesia akan memikul ketiga beban tersebut. Selain itu karena populasi muslim yang padat dan religius, Islam Indonesia pun ditunggu perannya di kancah internasional.

Di acara itu, Cak Imin mendapatkan mandat dan dukungan untuk menjadi wakil presiden 2019-2024 yang diserahkan oleh Habib Yahya Al Muhdlori. Acara juga dihadiri oleh KH Muslich Umar, KH Muhammad Razid ketua PWNU Kaltim, KH Muhammad Mukhlasin, dan lainnya. (idr/ega)